Pekan Pertama Juni 2017

09 juni 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Bank Dunia tetap menyoroti kekhawatiran tentang meningkatnya utang dan defisit termasuk di negara berkembang, lantaran kemungkinan kenaikan suku bunga secara tiba-tiba ataupun kondisi pinjaman yang lebih berat mungkin memberi tekanan. Hal ini disampaikan setelah memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan menguat menjadi 2,7% di 2017. Kepala Ekonom Bank Dunia Paul Romer mengatakan pada akhir tahun 2016, utang pemerintah melampaui tingkat pada 2007 sebesar lebih dari 10% poin PDB di lebih dari setengah pasar yang sedang tumbuh serta negara berkembang. Ditambah neraca fiskal memburuk dari tahun 2007 sebesar lebih dari 5% poin PDB di sepertiga negara-negara tersebut, Senin (5/6/2017).

    • Pertumbuhan ekonomi zona euro tetap terjaga pada level tertinggi selama enam tahun, berdasarkan sebuah survei hal tersebut dipengaruhi oleh kinerja positif sektor layanan dan manufaktur. IHS Markit yang mengkompilasi data mengatakan terdapat dua ekonomi negara besar yakni Jerman dan Prancis, menjadi pendorong terbesar pertumbuhan. Data ketenagakerjaan turut mendukung penguatan aktivitas bisnis di seluruh zona euro pada bulan Mei, Selasa (6/6/2017). Sementara Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May sebelumnya membeberkan bukti penguatan mata uang dan diprediksi akan terus berlanjut pada kuartal kedua tahun ini. IHS Markit mencatat kegiatan usaha di seluruh zona euro berada pada level 56,8 untuk bulan Mei, atau tidak berubah dari bulan sebelumnya. Indeks layanan tergelincir sedikit, sementara manufaktur tetap tidak berubah. Terlihat indeks sudah berada di atas 50-mark yang membagi pertumbuhan dari kontraksi sejak pertengahan tahun 2013 silam. 

    • Ulasan :

      Perlu diketahui pentingnya jaringan perdagangan global yang sehat bagi perbankan nasional. Aktivitas baru-baru ini di beberapa pasar yang sedang tumbuh merupakan perkembangan yang disambut baik untuk pertumbuhan di wilayah mereka dan ekonomi global.

  • MIKRO
    • Bank Indonesia (BI) memperkirakan bakal terjadi lonjakan transaksi melalui sistem pembayaran nontunai BI selama periode ramadan dan lebaran 2017. Lonjakan transaksi melalui sistem BI Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) diperkirakan berkisar 5 persen-10 persen secara volume, dan 9 persen-14 persen secara nominal. "Dengan menggunakan kisaran (pertumbuhan) tersebut, volume transaksi sistem pembayaran BI-RTGS diproyeksi mencapai 45.251 transaksi, dan secara nominal mencapai sekitar Rp539 triliun," imbuh Deputi Gubernur BI Sugeng, Jumat (6/2/2017). Sementara, peningkatan transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) diperkirakan mencapai 4 persen-5 persen secara volume atau ada di kisaran 577.903 transaksi. Kemudian, secara nominal naik 8 persen-10 persen atau sekitar Rp14,6 triliun.

    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Sentral Filipina atau Banco Sentral ng Pilipinas (BSP) sepakat untuk melakukan kerjasama. Keduanya menjajaki kerja sama dengan menandatangani Letter of Intent (LoI) yang juga merupakan penanda awal perjanjian bilateral dalam implementasi ASEAN Banking Integration Framework (ABIF). Letter of Intent tersebut berisi kesepakatan OJK dan Banco Sentral ng Pilipinas untuk memulai proses penyusunan perjanjian bilateral dalam kerangka ABIF. Sehingga diharapkan mampu membuka peluang bagi sektor perbankan Indonesia untuk melakukan ekspansi ke negara Filipina. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menyebut, kesepakatan awal ini merupakan langkah signifikan untuk menandai upaya integrasi di sektor jasa keuangan yang ada di ASEAN, terutama sektor perbankan yang berada dalam kerangka ABIF.

    • Ulasan :

      Kerja sama merupakan bagian dari upaya para regulator untuk terus mendorong perkembangan sektor jasa keuangan. Sehingga sektor ini bisa tumbuh sehat, berkesinambungan, serta dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat.

  • PERBANKAN
    • Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1,5 triliun kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Di samping pembiayaan dalam bentuk kredit, Bank Mandiri juga memberikan dukungan finansial lain yakni fasilitas treasury line dengan limit sebesar US$50 juta. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk melakukan hedging (lindung nilai) atas transaksi valuta asing IIF. Penandatanganan perjanjian dukungan finansial tersebut dilakukan oleh EVP Government & Institutional 1 Bank Mandiri M. Arifin Firdaus, dan Direktur Utama IIF Arisudono Soerono, serta disaksikan oleh Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto dan Direktur Government & Institutional Bank Mandiri Kartini Sally di Plaza Mandiri Jakarta, Rabu (31/5/2017).

    • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) siap menyalurkan sekitar 1,3 juta Kartu Tani untuk petani di Jawa Timur yang merupakan penerima manfaat dari subsidi pupuk. Langkah ini merupakan salah satu bentuk dukungan BNI terhadap program Ketahanan Pangan di Indonesia yang menjadi salah satu fokus pemerintah dan menjadi salah satu program Nawacita. Dengan tersalurkannya Kartu Tani di Jawa Timur, maka BNI memastikan subsidi pupuk akan dapat tersalurkan kepada para petani penerimanya secara tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, dan tepat harga. Realisasi Penyaluran Kartu Tani secara simbolis dilaksanakan di Sumenep, Madura Jawa Timur, Selasa (6 Juni 2017) kepada sebanyak 120.000 petani. Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno, Bupati Sumenep KH A Busyro Karim, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Direktur Hubungan Kelembagaan & Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati, serta jajaran direksi BUMN terkait, seperti  PT Pupuk Indonesia, Bulog, PT Pertani, PT Sang Hyang Seri, PT RNI, dan PT PPI.

    • Ulasan :

      Peranan bank sangatlah penting bagi perkonomian Indonesia, bank juga mempunyai peranan dalam hal stabilitas keuangan, pengendalian inflasi, sistem pembayaran, serta otoritas moneter. Beberapa produk perbankan juga turut mendukung program kerja Pemerintah.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.