Pekan Ketiga Mei 2017

19 mei 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Bursa saham China ditutup menguat, melanjutkan reli penguatan di hari keempat pada perdagangan Selasa (16/5/2017). Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,74% atau 22,73 poin ke level 3.112,96, sedangkan indeks CSI 300 ditutup menguat 0,87% atau 29,46 poin ke level 3.428,65. Seperti dilansir Reuters, investor merasa lega dengan upaya bank sentral untuk meningkatkan likuiditas di sistem keuangan, walaupun adanya pembatasan dari pemerintah terhadap praktik shadow banking. Pada Senin, regulator perbankan China memperketat peraturan pengungkapan terhadap produk pengelolaan kekayaan para kreditor yangmerupakan langkah terbaru untuk mengekang praktik shadow banking dan investasi berisiko.Secara terpisah, China Regulatory Commission (CBRC) mengumumkan rencana untuk menerbitkan serangkaian peraturan akhir tahun ini untuk mengendalikan risiko keuangan.

    • Perekonomian Jepang berhasil tumbuh melampaui perkiraan pasar pada kuartal I 2017. Capaian ini berhasil memperpanjang tren ekspansi pada produk domestik bruto (PDB) Jepang selama enam kuartal berturut-turut. Dalam keterangan resminya, Kantor Kabinet Jepang menyebutkan PDB kuartal I 2017 tumbuh 2,2 persen. Level tersebut berhasil melampaui ekspektasi para ekonom yang disurvei Reuters, yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Januari-Maret 2017 akan melaju 1,7 persen. Adapun pertumbuhan pada periode tersebut menjadi laju tercepat sejak Januari tahun lalu, serta menjadi rekor ekspansi terlama dan terpanjang selama satu dekade terakhir. “Permintaan luar negeri yang kuat telah mendukung pemulihan yang mantap di Jepang,” kata Kantor Kabinet Jepang dalam keterangan resmi, Kamis, 18 Mei 2017.

    • Ulasan :

      Pemerintah China dalam hal ini harus berupaya menjaga agar ekonomi tetap stabil, seperti memberikan suntikan dana bersih ke pasar uang melalui operasi pasar terbuka untuk mengimbangi tekanan likuiditas yang disebabkan oleh pembayaran pajak perusahaan yang jatuh tempo.

  • MIKRO
    • Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Mei 2017 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap pada level 4,75%. Adapun untuk suku bunga Deposit Facility tidak berubah sebesar 4,00% dan Lending Facility tetap sebesar 5,50%. "Bank Indonesia menahan suku bunga BI 7-day Reverse Repo Rate tetap sebesar 4,75% dan ini berlaku efektif sejak 19 Mei 2017," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/5/2017). Agus melanjutkan, keputusan tersebut konsisten dengan upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan tetap mendorong proses pemulihan perekonomian domestik. "Bank Indonesia tetap mewaspadai sejumlah risiko, baik yang bersumber dari global maupun domestik. Dari sisi global, perkembangan kebijakan di AS dan geopolitik khususnya di Semenanjung Korea merupakan sejumlah risiko yang perlu tetap diwaspadai," kata dia.

    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Strategi Perlindungan Konsumen Keuangan (SPKK) Tahun 2013-2027. Peluncuran ini sebagai langkah evaluasi program Perlindungan Konsumen OJK 5 tahun berjalan dan upaya menjawab tantangan di 10 tahun mendatang.  Acara peluncuran yang ditandai dengan pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia ini bertemakan “Membangun Perilaku Cerdas Keuangan Untuk Kesejahteraan Rakyat” dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad.“Penyusunan strategi ini merupakan upaya menjawab tantangan serta isu strategis perlindungan konsumen sektor jasa keuangan baik di masa sekarang maupun masa mendatang dalam ruang lingkup nasional, regional, maupun internasional,” kata Muliaman di Jakarta, Kamis (18/5/2017).

    • Ulasan :

      Terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai dari sisi domestic, yaitu dampak penyesuaian administered price terhadap inflasi serta berlanjutnya konsolidasi korporasi dan perbankan.

  • PERBANKAN
    • Bank Mandiri hingga Maret 2017, mencatat pembiayaan ke sektor properti mencapai Rp21,9 triliun atau meningkat 12,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai pencairan sebesar Rp11,1 triliun. Di segmen properti, saat ini Bank Mandiri telah menjadi salah satu institusi keuangan dengan pangsa pasar yang baik. Emiten BUMN ini juga telah menyiapkan pembiayaan untuk pembelian properti pergudangan milik PT Mitra Makmur Bagya (Ciputra Group) dengan skema kredit investasi. Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi mengatakan, dalam perjanjian ini, Bank Mandiri akan memberikan pembiayaan dengan limit sampai dengan Rp10 miliar kepada calon debitur, baik individu maupun badan usaha, yang telah mendapatkan rekomendasi Mitra Makmur Bagya serta telah melalui proses verifikasi internal Mandiri.

    • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) terus mendorong ekpansi debitur kredit usaha rakyat (KUR) terutama kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  Sekretaris Perusahaan BNI Ryan Kiryanto mengatakan, sebagai agent of development BNI tidak sekadar profit oriented. Sebagai usaha menyukseskan program KUR, BNI komitmen memberikan bantuan finansial kepada debitur usaha kecil maksimal Rp100 juta. "Model pengusaha yang gigih dan ulet menjadi parameter bagi BNI meningkatkan peran sebagai agent of development," kata dia saat mengunjungi Mitra Binaan BNI di Pasar Ahad Cikole, Lembang, Bandung, Minggu (21/5/2017). Pihaknya bersyukur bisa menemukan pengusaha kecil dan ulet seperti pemilik Cipta karya yakni Iwan Herawan yang bergerak di aneka kerajinan ukiran kayu/miniatur binantang. Bahkan, BNI terus mendorong pengusaha UKM seperti Iwan maupun pengusaha lain untuk terus naik kelas sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja dan produknya makin dikenal di mancanegara.

    • Ulasan :

      Sinergi dengan perusahaan-perusahaan properti seperti Ciputra Group dan perusahaan lainnya ini diharapkan dapat membantu para pengusaha untuk memiliki gudang guna penempatan barang hasil produksi dengan proses yang lebih mudah dan menguntungkan.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.