Pekan Ketiga Januari 2017

20 januari 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Ketua The FED Janet Yellen akan menyampaikan pidato (19/01/2017) pada pukul 3 sore dengan topik “Tujuan dari Kebijakan Moneter dan Bagaimana Cara Mengaplikasikannya.” Pidatonya tersebut kurang lebih membahas mengenai keadaan pasar kedepannya, selepas dilantiknya Presiden Baru Amerika Serikat yakni Donald Trump. Presiden yang baru terpilih tersebut telah memberikan beberapa updates terbaru pada kebijakan fiscal dan rencana pembangunan infrastruktur selama  Konferensi press minggu lalu, dan petunjuk lebih jauh dan implikasinya terhadap ekonomi akan tampak dan diuraikan pada peserta pasar minggu ini. Catatan atas kebijakan paling terbaru the Fed pada Desember kemarin memperlihatkan bahwa mereka sangat mengamati bagaimana stimulus fiskal akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan keputusan suku bunga. Hampir semua anggota dari Federal Open Markets Committee (FOMC) mengatakan bahwa risiko terbalik terhadap ramalan pertumbuhan ekonomi telah meningkat sebagai hasil dari banyak prospek untuk kebijakan-kebijakan fiskal yang ekspansif dalam tahun mendatang. 

    • Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan ekonomi Jepang tumbuh 0,8% tahun ini, naik 0,2 poin dari perkiraan Oktober. Hal ini karena kinerja yang lebih kuat dari yang diperkirakan pada akhir tahun lalu. Seperti dikutip dari Japan Times, Senin (16/1/2017), IMF juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS sebesar 0,1 poin menjadi 2,3% pada 2017 dan 0,4 poin menjadi 2,5% pada 2018 karena stimulus fiskal diharapkan akan diluncurkan oleh pemerintahan Donald Trump. Trump telah berjanji untuk merangsang ekonomi AS dengan pemotongan pajak, deregulasi dan peningkatan belanja infrastruktur. Pertumbuhan ekonomi China tahun ini direvisi naik 0,3 poin menjadi 6,5%.  Namun, tingkat pertumbuhan yang lebih rendah dari beberapa negara berkembang seperti Brazil, India dan Meksiko akan mengimbangi perkiraan yang lebih tinggi selama tiga ekonomi terbesar di dunia, yaitu Amerika Serikat, China dan Jepang membuat proyeksi pertumbuhan global tahun ini tidak berubah pada kisaran angka 3,4%.

    • Ulasan :

      Keraguan investor atas pemerintahan terbaru Amerika Serikat yang dipimpin oleh Donald Trump kurang lebih menjadi alasan mulai berkurangnya minat investasi di negeri Paman Sam tersebut. Hasil pemantauan oleh FOMC mengenai PDB Amerika Serikat di awal tahun yang hanya meningkat 0,2% dari 1,9% menjadi 2,1% juga menjadi faktor keraguan investor terhadap iklim investasi di Amerika Serikat.

  • MIKRO
    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, secara data dan pengguna e-banking cukup meyakinkan. Di mana jumlah pengguna e-banking (SMS banking, phonebanking, mobile banking, dan internet banking) meningkat 270%, dari 13,6 juta nasabah pada 2012 menjadi 50,4 juta nasabah pada 2016. Sementara frekuensi transaksi pengguna e-banking meningkat 169%, dari 150,8 juta transaksi pada 2012 menjadi 405,4 juta transaksi pada 2016.  "Kami ingin menyasar generasi muda atau gen Y yang terbiasa dengan teknologi. Sedangkan menengah ke bawah kami siapkan Laku Pandai yang juga menggunakan handphone," ujar Deputi Komisioner Pengawasan Terintergrasi OJK Agus E Siregar saat jumpa pers, Jakarta, Kamis (19/1/2017). Pertumbuhan pesat digital banking tersebut sudah direspons perbankan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dengan menyediakan produk dan layanannya yang semakin beragam, sekaligus meningkatkan efisiensi dan daya saing industri perbankan. Gerai Digital yaitu digital branch yang secara fisik menyatu dengan kantor konvensional bank (kantor pusat, kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor kas, atau kantor fungsional), dengan cakupan layanan digital setara dengan layanan kantor tempat lokasi keberadaan digital branch.

    • Bank Indonesia (BI) menyatakan indeks harga konsumen (IHK) sepanjang tiga pekan pertama bulan Januari 2017 mengalami inflasi 0,69% secara tahunan. Salah satu penyumbang inflasi bulan ini berasal dari kenaikan tarif listrik 900 VA yang mulai diterapkan secara bertahap. Seperti diketahui, mulai 1 Januari 2017 tarif listrik dengan daya 900 VA bagi golongan rumah tangga yang diidentifikasi mampu berjumlah 18,9 juta naik secara bertahap. Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung menyebut, berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan BI, inflasi terbilang lebih tinggi bila dibandingkan inflasi Januari tahun 2015 lalu yang sebesar 0,51%. Berbeda dengan tahun lalu, komponen inflasi harga yang diatur oleh pemerintah akan lebih menekan inflasi tahun ini. “Tarif listrik kan naik Januari, Maret, dan Mei. Biasanya pada bulan yang sama tarif yang voucher (prabayar), sepertiga kan tahun ini disesuaikan. Kalau yang pascabayar dampaknya baru bulan depan,” kata Juda di Jakarta. Dia menambahkan, dampak kenaikan tarif listrik 900 VA terhadap sebagian besar pelanggan yang dinilai tidak layak untuk menerima subsidi mencapai 0,1% terhadap inflasi Januari. Tahun ini, dia memperkirakan, kontribusi kenaikan tarif listrik mencapai 0,9% terhadap total inflasi 2017.  

    • Ulasan :

      Perkembangan Teknologi Informasi pada zaman modern tidak terbendung lagi. Penggunaan telpon genggam pintar atau yang dikenal smartphone telah menjadi viral dan bukan merupakan sebuah keanehan lagi. Dunia perbankan juga terkena imbasnya, perkembangan E-Banking dari tahun ke tahun semakin pesat, dan pada beberapa tahun lagi, tidak hanya E-Transaction ataupun E-Savings saja, kantor cabangpun akan didgitalisasi sehingga nasabah tidak perlu ke luar rumah untuk berhubungan dengan bank.

  • PERBANKAN
    • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) siap menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebesar Rp200 miliar pada tahun ini. Sementara, KUR TKI yang berhasil disalurkan pada 2016 sebesar Rp38,7 miliar. Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto mengatakan, pihaknya siap untuk menurunkan suku bunga KUR di bawah 9%. Saat ini suku bunga dari pemerintah secara gross masih 9,55% dan diyakini bisa ditekan bawah 9%. Meski demikian, hal ini masih dalam tahap pembicaraan di antara bank-bank milik pemerintah atau Himbara. Pihaknya juga menggandeng berbagai pihak untuk mendukung target penyaluran KUR TKI tahun ini. "Kami optimistis tahun ini bunga KUR bisa diturunkan di bawah 9%. Sementara, target KUR untuk TKI kami tumbuh signifikan menjadi Rp200 miliar di 2017," ujar Suprajarto di Kantor Cabang Luar Negeri BNI di Hong Kong, Minggu (22/1/2017). Dia menjelaskan, pihaknya telah menyalurkan KUR khusus TKI yang bekerja di Hong Kong kepada 386 debitur hingga akhir 2016. KUR yang disalurkan melalui tujuh sentra kredit.

    • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akan memprioritaskan trasformasi bisnis perseroan berbasis digital banking guna mendukung core business-nya dalam mendorong pemenuhan program sejuta rumah. Langkah ini dilakukan perseroan sekaligus untuk memperbaiki proses bisnis agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik dan cepat. Persaingan perbankan saat ini begitu hebat. "Kami harus dapat masuk dalam era persaingan itu dan BTN siap menyambut persaingan dengan bisnis perseroan yang sudah disiapkan berbasis digital banking," kata Direktur Utama Bank BTN Maryono dalam rilisnya di Jakarta, Senin (16/1/2017). Perseroan hari ini ini menggelar Rapat Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Bank BTN 2017. Raker tersebut dihadiri oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno dan seluruh Komisaris dan Direksi Bank BTN, Kepala Cabang dan Kanwil serta Kepala Divisi. Bank BTN mendapatkan apresiasi dari Menteri BUMN atas kinerja 2016 walaupun masih dalam proses audited. Menteri BUMN menilai BTN telah mencetak kinerja 2016 lebih baik dibanding bank BUMN lainnya.  Rumah menjadi kebutuhan masyarakat dan pemerintah memberikan perhatian untuk itu. 

    • Ulasan :

      Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), TKI dan sistem penggajian melalui perbankan, pemerintah ingin mengurangi beban biaya penempatan atau cost structure. Hal itu sekaligus untuk meningkatkan perlindungan terhadap TKI atau Buruh Migran. Indonesia (BMI).

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.