Pekan Kesatu Mei 2017

05 mei 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Ekonomi Amerika Serikat (AS) melambat secara dramatis dalam tiga bulan pertama tahun ini, menurut data resmi. Produk Domestik Bruto (PDB) secara tahunan berada di level 0,7% untuk kuartal I tahun 2017, atau menjadi yang paling lambat sejak kuartal pertama tahun 2014. Kondisi tersebut akan menjadi berita yang paling tidak diinginkan untuk Presiden AS Donald Trump, yang selama kampanye pemilu lalu membuat sumpah untuk meningkatkan pertumbuhan pada level 4% (Sabtu 29/4/2017). Dalam upaya memenuhi janji tersebut, tengah pekan sebelumnya Gedung Putih mengusulkan pemotongan tingkat pajak. Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan konsep perpajakan Presiden Trump bertujuan untuk mengurangi pajak sektor bisnis dari 35% menjadi 15%. Dalam rencana tersebut juga diusulkan insentif bagi perusahaan yang mengembalikan dana mereka di luar negeri dan pemotongan pajak secara individu, meski belum ada detail dari rencana itu.

    • Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengatakan, pemulihan ekonomi zona euro semakin solid dan menghadapi risiko yang lebih sedikit. Tetapi dia menambahkan bahwa inflasi di 19 negara blok masih cukup tinggi untuk menaikkan suku bunga acuan. ECB sendiri telah menjaga tingkat suku bunga ditahan tetap nol persen selama beberapa bulan (Jumat 28/4/2017). Pihak bank juga memutuskan untuk tidak mengubah skema stimulus obligasi yang sudah dikurangi 60 miliar euro per bulan dari 80 miliar euro. Keyakinan ekonomi menjadi yang tertinggi sejak krisis utang zona euro, tapi inflasi yang ditargetkan ECB telah meleset untuk tahun kelima beruntun. Draghi menerangkan pemulihan ekonomi zona euro dibantu oleh belanja konsumen yang lebih tinggi diikuti pertumbuhan upah serta pemulihan ekonomi global.

    • Ulasan :

      Pengeluaran konsumen akan rebound ketika pendapatan pribadi menunjukkan pertumbuhan yang sehat dan data menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen tetap tinggi. Pasar tenaga kerja juga diyakini bakal menjadi sentimen penguat ekonomi suatu negara.

  • MIKRO
    • Bank Indonesia (BI) menyoroti rendahnya pertumbuhan industri manufaktur pada kuartal I 2017. Industri manufaktur sepanjang Januari-Maret 2017 hanya tumbuh 4,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi itu lebih lambat dari pencapaian kuartal I 2016 yang sebesar 4,59 persen. "Industri manufaktur tumbuh 4,21 persen itu terlalu rendah untuk ekonomi Indonesia, yang sebenarnya bisa menjadi basis untuk sektor manufaktur," tutur Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara saat ditemui di Kompleks BI, Jumat (5/5/2017). Ketidakpuasan bank sentral beralasan, mengingat kontribusi industri manufaktur terhadap perekonomian merupakan yang terbesar, yaitu 20,47 persen pada kuartal I 2017. Sektor manufaktur juga merupakan sektor yang banyak menyerap tenaga kerja.

    • Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2017 berada di angka 5,01 persen atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal I 2016 di kisaran 4,92 persen. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2016 yang sebesar 4,94 persen. Kepala BPS Suhariyanto atau yang akrab disapa Ketjuk mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama di tahun ini ditopang oleh kinerja perdagangan ekspor dan impor yang berhasil menorehkan surplus dalam tiga bulan berturut-turut.  Surplus perdagangan Indonesia, sambung Ketjuk, dapat terjadi lantaran adanya sentimen positif dari perbaikan harga sejumlah komoditas dunia. "Sejumlah komoditas non migas di pasar internasional pada kuartal I 2017 secara umum mengalami peningkatan dan kondisi ekonomi global juga menunjukkan adanya peningkatan," ucap Ketjuk di Kantor BPS, Jumat (5/5/2017).

    • Ulasan :

      Pemerintah harus melakukan reformasi struktural guna mengembalikan laju pertumbuhan sektor manufaktur. Salah satu caranya, yaitu melalui kemudahan dalam melakukan pengurusan izin usaha, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

  • PERBANKAN
    • Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyalurkan kredit sebesar Rp28,3 triliun selama triwulan I 2017. Dari jumlah tersebut, BRI mencatat sekitar 90% kredit yang dikucurkan dimanfaatkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah. "Total jumlah debitur mencapai satu juta nasabah," ungkap Pimpinan Wilayah BRI Semarang Yana Soeprianan di sela-sela road show Parade UMKM di Kota Semarang, Kamis (4/5/2017). Dia mengatakan, total kredit yang dikucurkan selama triwulan I 2016 mencapai Rp27 triliun. Dari penyaluran kredit bagi UMKM tersebut, Kota Semarang menjadi salah satu penyumbang terbesar. Inilah yang melandasi Kota Semarang menjadi titik awal dari 18 kota kegiatan Parade UMKM. "Esensinya ingin mengajak pelaku UMKM naik kelas. Kami juga akan mengajak mitra UMKM untuk memamerkan produk- produk unggulan dalam menyemarakkan Kota Lama," katanya.

    • PT Bank Mandiri Tbk berencana menerbitkan obligasi tanpa kupon (zero coupon bond) sebagai bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) I Tahap II 2017. Penerbitan obligasi ini dimaksudkan untuk memperkuat struktur pendanaan bank dan ekspansi kredit perusahaan, khususnya dalam mendukung ketersediaan infrastruktur nasional. "Inisiatif ini menjadikan Mandiri sebagai bank pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi tanpa kupon," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (7/5/2017).  Tahun lalu, perseroan telah menerbitkan obligasi sebesar Rp5 triliun melalui Penawaran umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap I.

    • Ulasan :

      UMKM memiliki peranan penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Peningkatan kapasitas pelaku UMKM dapat dilakukan melalui penetrasi digital/e-commerce. Perlu ditingkatkan literasi keuangan bagi masyarakat melalui pengenalan produk perbankan dan jasa keuangan agar masyarakat dapat memanfaatkan jasa perbankan tersebut untuk mengembangkan bisnis yang dimiliki.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.