Pekan Keempat Mei 2015

01 juni 2015

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Sesuai laporan Forum Ekonomi Dunia, Pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN terhitung tinggi. Untuk memelihara momentum pertumbuhan serta memancing lebih banyak investor asing masuk, negara-negara Asia Tenggara itu harus lebih banyak mengguyurkan belanja infrastruktur dengan membangun jalur kereta api, jalan raya, pelabuhan, bandar udara, atau fasilitas lain menurut Bloomberg Intelligence. Pembangunan infrastruktur tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Munculnya peluang sumber pendanaan baru seperti Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) yang digagas China baru-baru ini akan sangat penting posisinya dalam membantu negara ASEAN membangun infrastruktur dan memperbaiki daya saing ekonominya. Negara-negara ASEAN diperkirakan bakal menjadi pihak yang paling diuntungkan dengan pembentukan AIIB ini.
    • Ulasan :
      Negara ASEAN berperan  dalam ekonomi dunia dengan pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata perekonomian dunia dan merupakan keukuatan baru dalam masa mendatang.
  • MIKRO
    • Bank Indonesia (BI) mengatakan inflasi pada Mei 2015 perlu diwaspadai. Pasalnya, berdasarkan survei inflasi pada minggu ketiga Mei sekitar 0,4% (month of month) atau sekitar 7,4% (year on year), dengan harga makanan bergejolak (volatile food) naik. "Pada minggu depan tanggal 27 Mei akan ada rapat koordinasi (rakor) nasional yang dipimpinan langsung oleh Presiden ini menjadi momentum membahas inflasi," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo di Jakarta, Minggu (24/5/2015). 
    • Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro melontarkan kemungkinan pemberian subsidi bunga untuk pembiayaan infrastruktur strategis dari institusi yang akan dibentuk, yakni Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI). Dalam Rakernas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta, Senin (25/5) malam, Menkeu mengatakan subsidi bunga itu memungkinkan diterapkan di LPPI sebagai insentif untuk percepatan pembangunan infrastruktur.
    • Lembaga Penjamin Simpanan tidak melakukan perubahan atas tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah maupun valuta asing di Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat.“Tingkat bunga penjaminan untuk periode tanggal 15 Januari - 14 Mei 2015 tidak mengalami perubahan,” ujar Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta Rabu (27/05/2015). Besaran tingkat bunga penjaminan untuk rupiah di bank umum ditetapkan 7,75%, valas di bank umum 1,5%. Sedangkan untuk tingkat bunga penjaminan di BPR ditetapkan 10,25%. Besaran tingkat bunga penjaminan tersebut mempertimbangkan kondisi suku bunga simpanan perbankan yang masih cukup tinggi serta kondisi likuiditas yang diperkirakan masih belum melonggar hingga beberapa bulan ke depan.
    • Ulasan :
      Kenaikan inflasi dan belum berjalannya projek infrastruktur. Sedangkan dari pemerintah yakin ekonomi akan pulih dengan mentapkan beberapa indicator antara lain dengan tetapnya nilai penjaminan. 
  • PERBANKAN
    • Bank Indonesia (BI) mengakui telah menerima rencana konsolidasi anjungan tunai mandiri (ATM) yang dilayangkan empat bank milik badan usaha milik negara (BUMN). Adapun, keempat bank BUMN yang telah melaporkan kepada bank sentral mengenai keinginan konsolidasi ATM tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN. "Konsolidasi ATM bank BUMN akan mendukung rencana interkoneksi dan interoperabilitas antarbank," kata Deputi Gubernur BI Ronald di Jakarta, Rabu (27/5/2015).
    • Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, enam skenario telah disiapkan guna mendongkrak efektivitas bisnis dan faktor resiko Bank Pembangunan Daerah (BPD). Kita inginkan BPD bisa bertransformasi, yang mencakup pengembangan produk, pengelolaan layanan, pengembangan pemasaran, pengelolaan jaringan, pengelolaan portofolio, penguatan likuiditas dan permodalan, kata Muliaman D Hadad di Jakarta, Selasa (26/05/2015).
    • PT Bank Mandiri Tbk menerbitkan kartu debit prioritas dan private untuk memudahkan layanan nasabah dalam penarikan uang tunai dan transaksi di EDC (Electronic data capture) sehingga akan memperkuat bisnis "wealth management". "Kami berusaha untuk terus melakukan inovasi untuk memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi nasabah. Melalui berbagai inovasi, termasuk pengenalan dua kartu ini, kami berharap bisnis kelolaan dana kami dapat tumbuh di atas 12 persen pada tahun ini," ujar Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Hery Gunardi usai peluncuran kartu baru Bank Mandiri debit prioritas dan private di Jakarta, Rabu (27/5).
    • Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Irman A Zahirudin di sela Kongres II Banker Association for Risk Management (BARa) di Jakarta, Rabu 27 Mei 2015 mengaku tengah menghitung kembali target penyaluran kredit tahun ini. Hal ini terkait dengan keputusan Bank Indonesia (BI) memperlonggar aturan LTV (Loan To Value). Pelonggaran LTV  akan membantu mendorong kredit pemilikan rumah (KPR) secara signifikan. Apalagi dengan Program Sejuta Rumah dan FLPP, ia yakin tahun ini Perseroan akan mencatat pertumbuhan kredit sesuai target.
    • Ulasan :
      Ketatnya tantangan dan persaingan dunia perbankan di Indonesia, harus disikapi dengan efektifitas di segala sektor seperti konsolidasi dan transformasi antar bank termasuk inovasi dalam kredit perbankan dan penetrasi pada pasar baru.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.