Pekan Keempat Januari 2017

27 januari 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Bank Sentral Amerika, Federal Reserve AS, diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya pada Rabu (1/2) dalam keputusan kebijakan pertamanya sejak Presiden Donald Trump menjabat. Seperti dikutip Antara, perkiraan tersebut karena Bank Sentral Amerika tersebut menanti kejelasan lebih besar tentang kebijakan ekonomi yang akan dirilis Donald Trump. Disebutkan, Trump telah menjanjikan program belanja infrastruktur besar, pemotongan pajak dan penyederhanaan peraturan dan renegosiasi kesepakatan perdagangan. Hanya saja, Donald Trump belum menawarkan beberapa rincian atau waktu untuk peluncurannya sejak kemenangannya dalam pemilihan 8 November 2016. Keputusan kebijakan terbaru Bank Sentral Amerika dijadwalkan akan dirilis pada akhir pertemuan dua hari, Rabu pukul 14.00 waktu setempat (19.00 GMT). Masih dikutip laman yang sama, para ekonom yang disurvei oleh Reuters, semua telah mengesampingkan kenaikan suku bunga pada pertemuan minggu ini. Investor selanjutnya memperkirakan kenaikan suku bunga pada Juni, menurut data berjangka Fed yang disusun oleh Grup CME.

    • Sejak Rabu lalu (18/1/2017), bank sentral Cina atau The People's Bank of China (POBC) telah menyuntikkan dana 410 miliar yuan atau sekitar Rp 801,9 triliun guna menjaga likuiditas perbankan. Sehingga, total jenderal suntikan POBC mencapai 845 miliar yuan, atau Rp 1652,7 triliun. Harga yang cukup mahal demi mempertahankan perekonomian domestik.Selain itu, suntikan dana tersebut juga bertujuan untuk memperkuat yuan atau renminbi. Di mana, tingkat pembelian antar bank dalam tujuh hari ini, yuan naik 17 poin. Atau terbesar sejak 2015, kenaikannya 2,58% di pasar Shanghai.Terkait libur Imlek, pemerintah serta bank sentral Cina sangat sadar akan terjadinya peningkatan permintaan masyarakat atas dana cash. Seperti tradisi Imlek, warga Cina akan memenuhi tempat perbelanjaan untuk memborong hadiah serta saling berkunjung ke kerabat. Selain juga ada budaya bagi-bagi anpao di setiap Imlek. Permintaan uang tunai cenderung meningkat sebelum liburan Tahun Baru Imlek, ketika semua orang menarik uang untuk memberli hadiah dan berkumpul dengan keluarga. Pihak bank sentral Cina menawarkan pinjaman sebesar 200 miliar yuan dengan waktu pengembalian selama tujuh hari serta 260 miliar yuan untuk kontrak 28 hari. Tawaran ini lebih menarik ketimbang pinjaman 50 miliar yuan yang jatuh tempo pada Rabu depan (25/1/2017). Bank Sentral Cina telah menawarkan 28 hari lebih untuk jangka waktu pengembalian pinjaman, sementara membatasi dana rendah, dana jangka pendek di tengah upaya menurunkan pengaruh dari sistem keuangan.

    • Ulasan :

      Ketidakpastian The Fed menaikkan suku bunganya dikarenakan ketidakpastian kebijakan Trump kedepannya khususnya dalam hal ekonomi. Namun, janji-janji Trump tentang stimulus fiskal dan reformasi pajak bisa lebih cepat memacu inflasi lebih tinggi karena akan memaksakan tarif pada impor-impor Meksiko. Hal tersebut dapat menyebabkan para pembuat kebijakan the Fed menaikkan suku bunga lebih cepat.

  • MIKRO
    • Bank Indonesia (BI) menilai, tingginya rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) membuat perbankan enggan untuk menurunkan suku bunga kredit. Padahal, BI sejak Januari 2016 telah menurunkan tingkat suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate. Sejak Januari hingga Oktober 2016, BI telah menurunkan BI 7-days Repo Rate sebanyak 150 basis poin (bps) menjadi 4,75%. Namun, hal ini tidak diiringi penurunan tingkat suku bunga kredit oleh perbankan. "Penyebab suku bunga itu turun agak lambat karena utamanya NPL, di akhir November 2016 NPL dikisaran 3,1% gross dan 1,4% nett. NPL itu dibanding akhir 2015 sebesar 2,4%. Ada beberapa bank yang tingkat NPL nya cukup tinggi, itu biasanya agak sulit bank turunkan bunga," ucap Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung di Gedung BI, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyepakati nota kesepahaman tentang koordinasi antara kedua belah pihak khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Ruang lingkup nota kesepahaman meliputi koordinasi dalam rangka penyelenggaraan pelayanan publik, edukasi dan sosialisasi, pertukaran informasi serta bantuan teknis yang mendukung tugas dan fungsi kedua lembaga. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dan Ketua Ombudsman Republik Indonesia Amzulian Rifai. Dalam sambutannya Muliaman  menjelaskan bahwa nota kesepahaman ini ditujukan untuk mewujudkan kerjasama dan koordinasi dalam rangka memperlancar tugas, fungsi, dan wewenang kedua belah pihak, terutama yang berkaitan dengan upaya menciptakan pelayanan publik yang baik dan perlindungan konsumen keuangan dan masyarakat. “Fungsi dan tugas Ombudsman Republik Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, perlu lebih disinergikan untuk menjamin bahwa masyarakat atau konsumen keuangan mendapatkan pelayanan yang baik oleh OJK sebagai regulator industri jasa keuangan,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

    • Ulasan :

      Kunci dari turunnya suku bunga kredit adalahd engan menurunnya angka kredit macet pada perbankan. Ditambah dengan likuiditas di pasar dalam kondisi baik, maka penurunan bunga kredit akan cepat terjadi.

  • PERBANKAN
    • Head of Economist Group PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Bank BRI) Achmad Royadi mengungkapkan, penyaluran kredit perusahaan banyak disumbang dari sektor mikro dengan pertumbuhan paling tinggi. Peningkatan ini salah satunya didorong oleh program kredit usaha rakyat (KUR). Menurutnya, pertumbuhan kredit Bank BRI cukup tinggi di angka 16%-17%. Capaian ini melebihi rata-rata kredit perbankan nasional yang di bawah 10%. "Saya mau sedikit share pertumbuhan kredit mencapai double digit per september masih cukup tinggi 16% sampai 17%. Penyumbang terbesar mikro dengan pertumbuhan 18%, dari penyaluran KUR Rp69 triliun dan target tahun ini Rp110 triliun," ujarnya dalam seminar Indonesia Economic Outlook 2017 yang diselenggarakan KORAN SINDO dan SINDOnews di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

    • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan infrastruktur di Tanah Air, termasuk sektor ketenagalistrikan. Hingga akhir 2016, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit, baik secara bilateral maupun sindikasi, sebesar Rp25,5 triliun atau 3,6% dari total keseluruhan portofolio kredit. Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, dukungan pembiayaan tersebut merupakan salah satu upaya perseroan dalam mendukung program pembangunan infrastruktur dasar sekaligus mendorong pembangunan dan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Tanah Air. "Kami menyadari kebutuhan investasi untuk pengembangan sektor kelistrikan sangat besar, baik oleh PLN maupun Independent Power Producer (IPP). Karena itu, kami ingin meningkatkan peran aktif, terutama dalam mendukung pembiayaan ke sektor kelistrikan untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi Indonesia," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (24/1/2017). Jumlah tersebut termasuk penyaluran pembiayaan yang dilakukan perseroan ke program pembangunan pembangkit listrik 35.000 Megawatt, yang diperkirakan membutuhkan investasi per tahun mencapai Rp225 triliun selama periode 2015-2019.

    • Ulasan :

      Dampak dari meningkatnya pertumbuhan KUR bisa membuka pasar baru untuk perbankan. Banyak peluang muncul dari pedesaan yang akses keuangannya minim. Untuk dampak luasnya, potensi KUR dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.