Pekan Keempat Februari 2017

24 februari 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Presiden The Fed untuk wilayah Philadelphia, Patrick Harker, menyampaikan komentarnya dini hari tadi. Ia menyatakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga The Fed (Fed Hike) bulan depan. Dalam wawancara dengan Market News International tersebut, Harker mengatakan,"Saya tidak mengesampingkan (Fed Hike) bulan Maret. Kita tetap harus melihat bagaimana kondisi dalam beberapa minggu ke depan,"Harker menambahkan bahwa ia akan mencari bukti adanya tekanan inflasi sebelum FOMC 14-15 Maret digelar. Tak hanya itu, indeks ketenagakerjaan dan pengukuran gaji juga akan masuk perhitungannya. "Indeks belanja dan konsumsi personal masyarakat merupakan faktor yang paling saya perhatikan untuk mengukur inflasi," kata Harker. Kenaikan suku bunga tiga kali 25 basis poin tahun ini, menurut Harker, akan sesuai meski masih tergantung pada bagaimana keadaan nanti. Presiden The Fed Philadelphia yang memiliki jatah suara dalam FOMC tahun ini juga menekankan bahwa The Fed harus sejalan dengan rencana kenaikan suku bunga secara bertahap. Tujuannya, untuk meminimalisasi risiko inflasi.

    • Dana Moneter Internasional (IMF) setuju mengirimkan kembali misinya ke Yunani guna menuntaskan review tentang reformasi ekonomi Yunani. Sementara itu, Yunani setuju membicarakan reformasi bailout baru dalam usaha memecah jalan buntu dengan para kreditur UE-IMF yang sempat memicu kekhawairan baru bahwa negara itu bisa tersingkir keluar dari zona euro. Pengumuman tersebut disampaikan setelah pertemuan Eurogroup di Brussels, di mana para kreditur Yunani sepakat tentang review bailout (talangan) dimaksud. “Kami menyambut baik kemajuan yang dicapai otorita Yunani dalam memenuhi persyaratan di dalam  sektor-sektor utama dari lembaga-lembaga kreditur tersebut,” kata juru bicara IMF, Senin, 20/2 (Selasa, WIB). Review itu – yang dilakukan oleh Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB), Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM) dan IMF – terkendala sejak Desember lalu ketika persyaratan dari IMF bagi peringanan utang untuk Yunani ditolak oleh para kreditur Eropa.

    • Ulasan :

      Sejauh ini pejabat the Fed mendukung dan optimis akan terjadinya kenaikan suku bunga pada waktu dekat. Namun pasar nampaknya belum yakin karena ketidakjelasan bentuk kebijakan fiscal pemerintahan Trump membuat pasar berhati-hati mengenai wacana kenaikan suku bunga tersebut.

  • MIKRO
    • Bank Indonesia (BI) mengatakan, ada kabar baik bahwa perekonomian Indonesia tahun ini akan lebih baik. Di mana, stabilitas makroekonomi dan moneter tetap dipertahankan dan terus pada pijakan yang kuat, meskipun ada ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi 2016 ada di level 5,02% dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 5,5% dalam lima tahun terakhir. Sementara, neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada 2016 mencatat surplus yang relatif besar dari USD12,1 miliar dengan defisit transaksi berjalan masih di tingkat sehat pada 1,8% dari PDB. "Kinerja ini bangkitkan semangat ekonomi Indonesia yang juga dapat dilacak oleh tren penguatan rupiah. Di belakang sentimen positif pada prospek ekonomi domestik yang sejalan dengan kondisi ekonomi makro yang stabil dan keberhasilan program Amnesti Pajak," ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengembangkan aplikasi kodifikasi dan pencarian ketentuan perbankan yang diberi nama Sistem informasi ketentuan perbankan on-line (SiKepO). Dengan SiKepO masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah, kapan pun dan dimanapun dengan menggunakan koneksi internet. "SiKepO berfungsi sebagai digital library yang menyediakan informasi mengenai ketentuan perbankan yang user friendly," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampublon saat grand launching SiKepO di Jakarta, Senin (27/2/2017). Menurutnya, SiKepO memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan dengan sistem penyediaan informasi ketentuan yang sebelumnya. Mengingat ketentuan perbankan  yang dimuat dalam SiKepO telah disusun secara komprehensif dan sistematis berdasarkan klarifikasi tertentu yang telah disesuaikan dengan topik pengaturan, serta telah dilengkapi dengan rekam jejak ketentuan.

    • Ulasan :

      Optimisme BI terhadap ekonomi Indonesia di tahun 2017 tidak lepas dari beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Yang pertama adalah banyaknya pertumbuhan DPK hingga 11%. Keuda adalah dengan ditopang oleh struktur perekonomian yang lebih kuat dan berkualitas.

  • PERBANKAN
    • Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Asmawi Syam menerangkan Teras BRI Kapal Bahtera Seva I mencetak rata-rata volume transaksi simpanan sekitar Rp10,7 miliar atau setara dengan 2.219 rekening. Sebagai informasi Teras BRI Kapal Bahtera Seva I, diresmikan pada bulan Agustus 2015 lalu di Kepulauan Seribu, Jakarta. Sementara di Pulau Halmahera, Teras BRI Kapal Bahtera Seva III yang baru beroperasi sekitar 6 bulan telah memiliki sekitar 625 rekening dengan volume transaksi simpanan sekitar Rp5,8 miliar. "Pulau Halmahera ini mempunyai potensi nasabah dan volume transaksi keuangan yang lebih besar dibandingkan di Pulau Seribu. Makanya, kita harapkan kapal ini bisa di manfaatkan oleh masyarakat yang ada di kepulauan yang jauh dari daratan," ungkap dia di Ambon, Jumat (24/2/2017). Menteri BUMN Rini Soemarno menyambut baik peresmian tersebut. "Saya senang karena BRI membuat program ini untuk masyarakat yang membutuhkan," ujar Rini. Menurut dia, tahun 2017 perusahaan BUMN, perbankan dan asuransi akan berkonstrasi untuk masyarakat ekonomi rendah seperti petani, nelayan dan lainnya.

    • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi membagikan 250.000 bibit cabai kepada 11 komunitas sebagai upaya memacu budaya menanam tanaman pangan di pekarangan rumah. BNI juga telah merealisasikan manfaat Kartu Tani secara konkret, yaitu menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Kartu Tani. "BNI juga memberikan Kartu Tani yang memungkinkan setiap petani mendapatkan bantuan dari Pemerintah secara langsung sekaligus kontrol dalam pengaturan subsidi pupuk," kata  Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto dalam siaran pers di Jakarta, Senin (27/2/2017). Dia melanjutkan, BNI akan terus memperkuat dan memperluas cakupan penggunaan Kartu Tani karena manfaatnya yang signifikan. Hingga 24 Februari 2017, Kartu Tani BNI yang sudah diaktivasi mencapai lebih dari 3.800 kartu. Penyaluran yang terhitung cukup cepat sejak kartu tani diluncurkan pada Desember 2016. Dengan pembagian Kartu Tani di Jember dan daerah-daerah lain, maka jumlahnya bisa semakin bertambah.

    • Ulasan :

      Keberadaan Kapal Bahtera Seva III di nilai sangat membantu masyarakat kepulauan. Seperti yang diketahui bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari ratusan bahkan ribuan pulau yang dimana tidak semua masyarakat bisa melakukan transaksi perbankan di darat.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.