Pekan Kedua Mei 2015

18 mei 2015

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Indeks saham di Wall Street ditutup melemah pada Senin (11/05/2015) waktu setempat, karena investor cemas tentang kondisi keuangan di Yunani dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di China. Investor pesimistis terhadap kondisi Eropa setelah menteri keuangan zona tersebut bertemu untuk membahas reformasi keuangan untuk Yunani, meskipun Yunani menyatakan telah mulai membayar sekitar 750 juta euro atau sekitar USD836 juta kepada IMF.
    • Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan dalam laporan bulanannya pada Selasa (12/05/2015) bahwa permintaan minyak dunia pada 2015 akan tumbuh sedikit lebih besar dari perkiraan sebelumnya. "Permintaan minyak dunia pada 2015 kini diproyeksikan meningkat sedikit lebih tinggi 1,18 juta barel per hari, dibandingkan dengan perkiraan bulan lalu 1,17 juta barel per hari," kata OPEC dalam laporannya, mengatakan permintaan dunia akan mencapai sekitar 92,50 juta barel per hari pada tahun ini, lapor Xinhua.
    • Upaya Presiden Amerika Barack Obama mendapatkan kewenangan untuk mempercepat pembentukan Trans-Pacific Partnership (TPP) terhambat kubu Demokrat di Senat pada 12 Mei 2015. Pakta perdagangan besar-besaran itu akan menyertakan Jepang, Vietnam, Kanada, dan delapan negara lainnya. Para penentang TPP menyebut pakta itu menguntungkan para pebisnis besar, tapi merugikan tenaga kerja Amerika. Akan tetapi, mereka melupakan gambaran geopolitiknya yang lebih luas. TPP bukan hanya soal laba dan pekerjaan karena itu adalah upaya Gedung Putih mempertahankan dominasi Amerika dalam perekonomian global menghadapi kebangkitan ekonomi China.
    • Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, di tengah kinerja sektor keuangan yang masih menunjukkan tren positif, Indonesia tetap harus mewaspadai berbagai tantangan yang tidak mudah, terutama dari sisi eksternal. Menurutnya, hal itu diperkuat dengan direvisinya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun ini, menjadi sekitar 3,1 persen. “Dari World Economic Outlook IMF, kita melihat bahwa prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sudah diturunkan menjadi 3,1 persen untuk pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2015,” jelas Bambang, seperti dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Jumat (15/5).
    • Ulasan :
      Kondisi perlambatan ekonomi global yang terjadi melambatnya perekonomian  Zona Eropa dan Amerika Serikat. Hal ini berdampak melemahnya pengaruh Perekonomian Amerika Serikat terhadap perekomian dunia dan ancaman pengaruh perekonomian China terhadap Amerika Serikat.
  • MIKRO
    • Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) menganggarkan dana hingga sekitar Rp 56,97 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan di berbagai daerah di Tanah Air. "Pemerintah telah menganggarkan dana Rp 56,97 triliun untuk infrastruktur jalan di seluruh Indonesia untuk 2015," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Pembangunan Perumahan Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulis yang diterima, di Jakarta, Sabtu (9/5).
    • Bank Indonesia menyatakan akan menjalin kerja sama dengan Kementerian BUMN untuk mendorong penggunaan mata uang rupiah dalam bertransaksi di dalam negeri. "Kami akan dorong Kementerian BUMN selaku regulator agar juga mendorong BUMN-BUMN yang jumlahnya sekitar seratusan di Indonesia untuk menggunakan rupiah dalam transaksinya," kata Plt Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Eko Yulianto, seperti dikutip Antara, akhir pekan kemarin.
    • Ulasan :
      Untuk merealisasikan masuknya investor ke Indonesia, salah satu faktor yang harus ditingkatkan adalah komitmen serta kinerja pemerintah mengenai kestabilan nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. 
  • PERBANKAN
    • Bank Indonesia (BI) mengemukakan industri perbankan di Tanah Air tahun ini diperkirakan akan mengalami tantangan berat. Hal tersebut terlihat dari penurunan nilai kredit yang disalurkan dan kenaikan risiko kredit bermasalah (NPL) pada awal 2015. BI mencatat penurunan kredit (year on year/yoy) dari perbankan terus mengalami penurunan. Sejak Februari 2015 pertumbuhan tercatat masih di atas 12%, lalu menjadi 11,3% pada Maret, hingga 10% pada April 2015.
    • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menandatangani Perjanjian Kerja Sama pembiayaan investasi pembangunan Makassar New Port dan modernisasi peralatan bongkar muat peti kemas dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV senilai Rp3 triliun. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, “Melalui sinergi antar BUMN ini, Bank Mandiri dapat sekali lagi membuktikan komitmennya dalam memperkuat daya dukung infrastruktur kemaritiman nasional, termasuk sektor kepelabuhanan,” jelas Royke Tumilaar di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2015.
    • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tengah mengkaji rencana penurunan suku bunga kredit. Suprajarto, Wakil Direktur Utama BNI mengatakan, pihaknya akan memangkas suku bunga kredit sebesar 25 basis points (bps), jika Bank Indonesia (BI) tidak menaikkan suku bunga acuan atau BI rate. “Kami berencana menurunkan bunga sekitar 1 bulan - 2 bulan ke depan,” kata Suprajarto, Selasa (12/5).
    • PT Bank Sulut (BS) berganti nama menjadi Bank Sulut Gorontalo (BSG) karena kini menjadi milik Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. "Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank Sulut yang digelar pertama 2015, pimpinan direksi serta pemegang saham akhirnya memutuskan untuk mengusung nama Bank Sulut Gorontalo (BSG) sebagai nama baru dari Torang pe Bank," kata Direktur Utama      PT Bank Sulut Johanis Salibana di Manado, Sabtu (09 Mei 2015).
    • Ulasan :
      Penurunan pertumbuhan kredit perbankan dan memburuknya NPL perbankan menunjukkan bahwa sektor riil mengalami perlambatan.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.