Pekan Kedua Maret 2017

10 maret 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Bank Dunia mengucurkan US$100 juta setara Rp 1,33 triliun (asumsi kurs Rp13.300 per dolar AS) untuk investasi infrastruktur yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah di seluruh Indonesia. Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves menyatakan, Badan Direksi Eksekutif lembaga tersebut telah menyetujui pendanaan pada 10 Maret 2017. Nantinya, PT Sarana Multi Infrastruktur, sebuah badan usaha milik negara yang mendanai infrastruktur, menerima dana tersebut untuk mendukung Regional Infrastructure Development Fund, atau RIDF. RIDF kemudian akan menjadi tambahan akses kredit bagi pemerintah daerah untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur, termasuk penyediaan fasilitas air dan sanitasi, jalan, serta transportasi. Selain Bank Dunia, Asian Infrastructure Investment Bank, atau AIIB, juga memberikan tambahan dana sebesar US$100 juta.

    • Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat (AS), memutuskan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu (15/3). Kenaikan Fed Rate ini tercatat ketiga kalinya sejak krisis keuangan global menimpa pada 2008 silam. Gubernur The Fed Janet Yellen mengatakan, kenaikan suku bunga AS untuk mereflesikan pemulihan ekonomi AS karena bursa tenaga kerja menguat dan inflasi meningkat sesuai ekspektasi. "Mengingat, realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi tenaga kerja dan inflasi, bank sentral memutuskan menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 0,75-1 persen," ujarnya, mengutip Reuters, Kamis (16/3).

    • Ulasan :

      Investasi infrastruktur akan memperbaiki pemberian layanan di tingkat daerah serta meningkatkan kesetaraan peluang sangat penting untuk mencapai pertumbuhan inklusif di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah tertinggal.

  • MIKRO
    • Bank Indonesia (BI) tidak akan menaikkan suku bunga 7 days reverse repo rate dari level 4,75 persen oleh karena keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) pada Kamis (16/3) dini hari. Ekonom Bahana Sekuritas Fakhrul Fulvian beralasan, inflasi di dalam negeri diperkirakan masih akan berada dalam target BI antara 3 - 5 persen sepanjang tahun ini. Meski pemerintah masih melanjutkan rencana kenaikan tarif listrik. “Kenaikan suku bunga the Fed kali ini tidak akan terlalu membahayakan pasar dan perekonomian negara-negara berkembang termasuk Indonesia,” kata Fakhrul, Kamis (16/3).

    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengkoordinasikan kerja sama pembiayaan antara Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dengan perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air. Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Firdaus Djaelani mengungkapkan, bentuk koordinasi yang dilakukan OJK, yakni mendorong perusahaan pelat merah untuk menerbitkan surat utang yang selanjutnya akan dibeli oleh IKNB. "Kami undang BUMN di bidang infrastruktur. Kalau Anda punya proyek dan butuh dana, silahkan presentasi di hadapan perusahaan asuransi, dana pensiun, tawarkan proyek ke mereka," jelas Firdaus di Menara Merdeka, Jakarta, Selasa (14/3).

    • Ulasan :

      Untuk mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit, BI bisa mengeluarkan aturan yang lebih detail terkait rencana pembayaran Giro Wajib Minimum (GWM) secara rata-rata. Atau secara teknikal disebut averaging GWM, sehingga bank lebih fleksibel dalam mengatur likuiditasnya. Dengan lebih aktifnya perbankan dalam menyalurkan kredit, tentunya akan menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

  • PERBANKAN
    • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membagikan keuntungan dari laba (dividen) sebanyak Rp10,47 triliun atau 40 persen dari perolehan laba tahun lalu yang sebesar Rp26,195 triliun kepada para pemegang saham. Pembagian dividen tertuang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (15/3). Wakil Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, porsi dividen tahun buku 2016 naik dari tahun sebelumnya, yakni sebesar 30 persen dari laba tahun buku sebelumnya. "Sementara, 60 persen dari laba bersih atau Rp16,72 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan. Laba konsolidasi ini terdiri dari laba BRI beserta lima anak perusahaan," ujar Sunarso, Rabu (15/3).

    • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk menumbuhkan bisnis perseroan melalui usaha anorganik, di antaranya untuk suntikan modal anak usaha, dan rencana akusisi serta ekspansi di Malaysia serta Filipina. Direktur Keuangan dan Treasuri Bank Mandiri Pahala Mansury menjelaskan, perusahaan secara rinci menyiapkan investasi sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun untuk injeksi modal anak usaha dan Rp2 triliun lainnya untuk ekspansi dan kegiatan anorganik lainnya. "Untuk akuisisi, belum ada rencana khusus. Kami masih lihat market-nya, dan juga rencana ekspansi masih menunggu perkembangan dari otoritas di Malaysia," ujar Pahala, Selasa (14/3) malam.

    • Ulasan :

      Indonesia telah memperkuat fundamental ekonomi dan melakukan reformasi struktural yang bersinergi dengan negara ASEAN lainnya agar integrasi dapat berjalan lebih kuat dan fondasi ekonomi regional tidak rapuh dalam menghadapi tekanan global.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.