Pekan Pertama November 2016

04 november 2016

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Dewan Eksekutif Bank Dunia mengucurkan Pinjaman Kebijakan Pembangunan (Development Policy Loan) Reformasi Logistik Indonesia yang pertama untuk memperbaiki logistik dan memperlancar konektivitas sebesar US$400 juta atau setara Rp5,2 triliun (asumsi kurs Rp13.000 per dolar AS). Rodrigo Chaves, Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia mengatakan kedua bidang ini sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan mengurangi kemiskinan di negara kepulauan. “Pendanaan sebesar US$400 juta akan mendukung Pemerintah Indonesia mengatasi hambatan rantai pasokan, seperti dwelling time atau waktu menunggu kapal yang lama di pelabuhan serta banyaknya prosedur izin perdagangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/11).

    • Bank sentral AS atau Federal Reserve mempertahankan suku bunganya tidak berubah di tengah ketidakpastian tentang reaksi pasar terhadap hasil pemilihan presiden AS. Tetapi mengisyaratkan the Fed bisa menaikkan suku bunga pada Desember. "Komite menilai bahwa alasan-alasan untuk meningkatkan suku bunga federal fund (fed fund) telah terus menguat tetapi memutuskan, untuk saat ini, untuk menunggu beberapa bukti lebih lanjut dari kemajuan lanjutan ke arah target-targetnya," kata komite pembuat kebijakan Fed dalam pernyataan yang dirilis setelah pertemuan dua hari, Rabu (2/11/2016). Pada Desember tahun lalu, the Fed menaikkan kisaran target untuk suku bunga fed fund sebesar 25 basis poin menjadi 0,25-0,5 persen, kenaikan suku bunga pertama dalam hampir satu dekade.

    • Ulasan :

      Dwelling time yang dimaksud adalah berapa lama suatu kontainer berada di pelabuhan, sebelum kontainer tersebut bergerak kembali. Semakin lama dwelling time, semakin merugikan masyarakat. Penumpukan kontainer di pelabuhan, tidak gratis. Ada biaya yang harus dibayar per hari oleh pemilik barang. Nilai yang dikeluarkan oleh pemilik barang, kemudian ditanggung oleh masyarakat.

  • MIKRO
    • Instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar perbankan nasional tidak lagi mengutip biaya administrasi tabungan, agar semakin banyak masyarakat membuka rekening di bank ditanggapi serius oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulator perbankan tidak mau pelaku industri tersebut sampai mengambil untung dari biaya administrasi. Kepala Eksekutif Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan instansinya bakal melakukan kajian khusus untuk dapat memenuhi keinginan Jokowi. Kajian tersebut bakal terlebih dahulu didiskusikan bersama pihak perbankan yang beroperasi di Indonesia. "Ya memang tergantung banknya. Harus bisa memperhitungkan biaya yang mereka keluarkan juga soalnya. Tapi yang penting jangan sampai ambil untung dari biaya administrasi," ujar Nelson, Senin (31/10). Sementara itu Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk Maryono mengatakan, sebenarnya beberapa bank sudah menawarkan produk tabungan yang bebas biaya administrasi. Namun produk tersebut baru sebatas simpanan dengan saldo yang kecil seperti Simpanan Pelajar (Simpel) dan tabungan yang digunakan untuk program penyaluran Bantuan Sosial.
    • Badan Pusat Statistik (BPS) melansir pada Oktober 2016 rata-rata harga beras di penggilingan mengalami kenaikan, namun masih dalam kondisi yang terkendali. Dari data BPS harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 9.133/kg naik sebesar 0,24 persen, sedangkan harga beras dengan kualitas medium sebesar Rp 8.981/Kg atau naik sebesar 0,17 persen, sementara harga beras dengan kualitas rendah sebesar Rp 8.597/Kg atau naik sebesar 0,23 persen. "Untuk harga beras Oktober 2016 rata-rata naik, tapi sebagian besar adalah dalam bentuk medium. Kita lihat ada kenaikan tipis sekali yaitu 0,17%. Ini artinya masih terkendali," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa (01/11/2016). Namun untuk harga ditingkat grosiran justru harga beras mengalami penurunan dan tingkat eceran ada kenaikan sedikit. "Posisi ini menunjukkan harga beras terkendali sampai tingkat konsumen," kata dia. 

    • Ulasan :

      Fee  based  income adalah  keuntungan  yang  didapat  dari  transaksi  yang  diberikan  dalam  jasa-jasa  bank  lainnya  atau  selain  spread  based. Penerimaan biaya administrasi berupa provisi/komisi juga merupakan salah satu fee based income bagi bank. Selain menciptakan pendapatan fee based income akan mendorong bank untuk lebih inovatif dalam menciptakan produk dan jasa pelengkap sesuai kebutuhan nasabahnya.

  • PERBANKAN
    • Bank Mandiri menggelar lelang program reward Fiestapoin guna mendorong peningkatan transaksi kartu debit dan kartu kredit Mandiri. Pada tahap pertama di tahun 2016 ini, lelang akan diselenggarakan secara bergiliran di 10 kota besar di Indonesia dimana kantor wilayah Bank Mandiri berada, yang dimulai dengan Jakarta pada Rabu, 2 November 2016. Menurut Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi, program lelang ini merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah kartu debit dan kartu kredit Mandiri yang telah memanfaatkan alat pembayaran kartu Bank Mandiri dalam berbagai transaksi harian nasabah. "Program lelang ini juga kami maksudkan untuk meningkatkan jumlah penukaran poin (redeem) mencapai Rp 3,49 miliar dan jumlah pengguna aktif lebih dari 3 juta nasabah, naik 181% dari Juli 2015 secara yoy," ungkap Tardi saat menyerahkan hadiah program lelang kepada pemenang di jakarta, Rabu (2/11/2016).

    • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mendukung pengembangan UMKM melalui platform digital dalam rangka mendukung program 1 Juta Domain. Dukungan ini bertujuan untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia agar segera go online. "Sebagai bank yang fokus pada segmen UMKM, Bank BRI mendukung program 1 Juta Domain Gratis untuk UMKM yang diinisiasi oleh Kemkominfo dalam rangka peningkatan transaksi e-commerce di Indonesia," tutur Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso di Jakarta, Rabu (2/11/2016). Ia mengatakan, program 1 juta domain merupakan pemberian nama domain Indonesia secara gratis selama satu tahun dengan sasaran UMKM yang memiliki potensi penjualan online. Setelah mendaftar untuk mendapatkan domain gratis, para pelaku usaha UMKM akan diberikan pelatihan pembuatan dan pengelolaan website.
    • Ulasan :

      Perkembangan UKM masih terhambat berbagai persoalan seperti modal, manajemen bisnis sampai strategi pemasaran. Dengan memanfaatkan internet pelaku UKM bisa lebih meningkatkan pemasarannya. Untuk meningkatkan penjualan, usaha kecil menengah (UKM) harus gencar melakukan promosi. Beberapa cara yang dapat dilakukan bisa melalui web atau situs. Memiliki situs atau web sendiri sudah menjadi keharusan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang ingin maju. Dengan situs tersebut, UKM bisa mempromosikan produk-produk yang dimilikinya ke seluruh dunia.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.