Pekan Ketiga November 2015

23 november 2015

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
      • Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengumumkan pada akhir pekan lalu bahwa telah merekomendasikan mata uang China dimasukkan dalam keranjang mata uang Special Drawing Rights (SDR), selain USD, euro, poundsterling dan yen. Rekomendasi itu membuat pemegang saham utama IMF termasuk Amerika Serikat akan mendukung inklusi jika yuan memenuhi kriteria lembaga yang berbasis di Washington itu. Menurut Lagarde, dirinya akan memimpin pertemuan jajaran direksi IMF pada 30 November mendatang. Salah satu agenda utamanya adalah untuk mempertimbangkan dimasukkannya yuan ke dalam keranjang SDR. Memang sebelumnya, Beijing terus mendorong agar yuan dapat masuk ke dalam keranjang IMF. Ini merupakan bagian dari tujuan strategi jangka panjang China untuk mengurangi tingkat ketergantungannya terhadap dollar AS. Hal ini akan mendongkrak permintaan yuan di pasar finansial dunia dan menjadi simbol dimulainya China sebagai negara dengan perekonomian kedua terbesar dunia.  Jika IMF menyetujui hal ini, maka masuknya yuan ke keranjang SDR akan berlaku efektif pada Oktober 2016. Dengan demikian, Beijing akan memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
      • Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya di perdagangan New York pada Kamis (Jumat pagi WIB, 20/11/2015), setelah naik ke tingkat tertinggi dalam tujuh bulan pada dua sesi sebelumnya. Greenback telah secara kuat didukung oleh ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Pada sesi sebelumnya, risalah dari pertemuan Federal Reserve Oktober menunjukkan bahwa mayoritas pejabat The Fed sepakat bahwa "mungkin menjadi tepat" untuk menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan berikutnya pada Desember. Xinhua melaporkan, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, tercatat 99,598 pada akhir perdagangan Rabu, tingkat tertinggi sejak April. Indeks mundur 0,68 persen menjadi 98,975 pada akhir perdagangan Kamis. Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis bahwa dalam pekan yang berakhir 14 November, angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal disesuaikan secara musiman mencapai 271.000, turun 5.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya. Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0733 dolar AS dari 1,0647 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5291 dolar AS dari 1,5227 dolar pada sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat menjadi 0,7193 dolar AS dari 0,7091 dolar. Dolar AS dibeli 122,83 yen Jepang, lebih rendah dari 123,55 yen dari sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0130 franc Swiss dari 1,0196 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3291 dolar Kanada dari 1,3338 dolar Kanada.
      • Ulasan :
        Jika mata uang Yuan benar-benar diumumkan sebagai world reserve currency yang baru, maka praktis institusi-institusi besar di seluruh dunia yang selama ini menyimpan asetnya dalam mata uang USD , Euro, Pound Sterling, dan Yen, akan mulai mengkonversinya ke dalam Yuan. Nilai Yuan akan terapresiasi signifikan, sementara nilai USD dan tiga mata uang lainnya mungkin akan turun.
  • MIKRO
      • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara meyakini neraca pembayaran Indonesia pada 2016 akan kembali surplus, setelah tahun 2015 ini diperkirakan defisit 5-6 miliar dolar AS. Pada sebuah paparan ekonomi dan pasar modal 2016 di Jakarta, Kamis, Mirza menjelaskan defisit neraca pembayaran tahun ini dipicu masih defisitnya aliran ekspor dan impor barang/jasa, serta arus dana keluar yang lebih banyak dibanding arus dana masuk. "Karena orang jual portfolionya, saham, obligasinya, sehingga keseluruhan balance of payment memang defisit tahun ini, antara 5-6 miliar dolar AS," kata Mirza. Meskipun demikian, dengan perbaikan struktural perekonomian yang sedang berjalan saat ini, Mirza meyakini neraca pembayaran, yang mencakup neraca transaksi berjalan dan neraca transaksi finansial, akan mencatat surplus seperti pada 2014, dimana saat itu surplus tercatat 15 miliar dolar AS. Mirza memberi sinyal setelah transaksi berjalan membaik, laju inflasi juga akan semakin terkendali. Dengan begitu peluang otoritas moneter untuk menurunkan suku bunga acuan (BI rate) juga terbuka lebar.
      • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan enam stimulus pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan suplai valuta asing di sektor jasa keuangan. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Rabu, mengatakan enam stimulus itu meliputi relaksasi ketentuan persyaratan kegiatan usaha penitipan dan pengelolaan (trust) bank, merancang skema asuransi pertanian, revitalisasi modal ventura. Selain itu pembentukan konsorsium pembiayaan industri berorientasi ekspor dan ekonomi kreatif serta usaha mikro kecil menengah dan koperasi. OJK juga mengumumkan upaya pemberdayaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan penegasan implementasi "one project concept" dalam penetapan kualitas kredit. Terkait relaksasi ketentuan persyaratan kegiatan usaha penitipan dan pengelolaan (trust) bank, Muliaman mengatakan sebagai upaya untuk mendukung kebijakan stimulus lanjutan dan meningkatkan kemampuan bank dalam mengelola valuta asing terutama sebagai kelanjutan dari kebijakan sebelumnya terkait pengelolaan valas hasil ekspor, perlu adanya kebijakan untuk meningkatkan kemampuan perbankan dalam mengelola dana yang dimiliki oleh para pelaku ekonomi khususnya yang berjumlah besar dan dalam valuta asing.
      • Ulasan :
        Dalam mengatasi permasalahan perlambatan ekonomi, pemerintah harus melaksanakan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter secara bersamaan karena kegiatan perekonomian diantaranya sektor rumah tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah dan sektor dunia internasional / luar negeri saling terimbas satu sama lain.
  • PERBANKAN
      • Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Asmawi Syam mengungkapkan, kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dengan menurunkan giro wajib minimum dari 8% menjadi 7,5% akan meningkatkan likuiditas perseroan. Dia mengatakan, dengan meningkatnya likuiditas perseroan maka penyaluran kredit akan lebih longgar. "Giro wajib minimum turun berarti likuiditas kita meningkat. Jumlah likuiditas yang dipinjamkan bertambah, berarti penyaluran kredit kita longgar. Itu adalah efek yang nyata," katanya kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (18/11/2015). Selain itu, kebijakan moneter tersebut juga akan menurunkan cost of fund perseroan. "Kalau saya bayar deposito yang bisa dipakai untuk kredit, kalau 8% diambil kan hanya 92% dan sekarang 92,5%. Berarti ada 0,5% kali total simpanan seluruh Indonesia di perbankan," ungkapnya. Menurutnya, penurunan giro wajib minimum ini tidak hanya berdampak pada kredit semata. Namun, efeknya akan lebih terasa terhadap kelonggaran perbankan untuk berekspansi lebih besar. "Bukan hanya ke kredit, tapi yang 7% saya tidak bisa pinjamkan semua harus ditahan. Likuiditas turun penyaluran kredit tapi tidak langsung. Tapi memberi kelonggaran ke perbankan ekspansi lebih besar. Ada yang mau pinjam kredit lebih besar," pungkasnya.
      • PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk terus memberdayakan dan membina kalangan pelaku usaha industri kreatif dan kepariwisataan melalui program “Kampoeng BNI” di berbagai daerah di Indonesia. Itu untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan masyarakat sekitarnya. Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto, Jumat (20/11/2015) mengatakan saat ini pihaknya membina 31 “Kampoeng BNI” di berbagai daerah di Indonesia, sedangkan pada tahun depan diperkirakan menambah jumlah sasaran pembinaan menjadi tidak kurang dari 10 “Kampoeng BNI”. Ia menyebut beberapa kriteria untuk pembangunan “Kampoeng BNI” antara lain menekankan kepada industri kreatif dan kepariwisataan atau potensi lainnya yang bisa mengembangkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan produksi para pelaku usaha. Pihaknya juga bakal memanfaatkan media dalam jaringan untuk tindak lanjut pengembangan program “Kampoeng BNI” pada masa mendatang seiring dengan penerapan e-commerce perbankan tersebut.
      • Ulasan :
        Dalam proses pemulihan ekonomi Indonesia, sektor UMKM memiliki peranan yang sangat stategis dan penting yang dapat ditinjau dari berbagai aspek, karena jumlah industrinya yang luas dan terdapat dalam setiap sektor ekonomi. Sinergitas antara Bank dan pelaku UMKM harus semakin ditingkatkan dalam mencapai kemajuan bersama.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.