Pekan Keempat Oktober 2015

02 november 2015

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
      • Pertemuan bulanan FOMC selama 2 hari (27-28 Oktober 2015), kembali memutuskan belum menaikkan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat tersebut dan masih mempertahankan suku bunga di level 0 persen. Namun the Fed memberikan keyakinan rencana kenaikan suku bunga tahun ini akan tetap jadi dan bulan Desember merupakan waktu yang diberikan bank sentral tersebut. Nantinya, bank sentral AS akan melihat perkembangan data pertumbuhan inflasi dan non-farm payroll (NFP) AS sampai menjelang pertemuan akhir tahun. Selain itu, risiko perekonomian global pun masih dipantau oleh the Fed. Pimpinan the Fed Janet Yellen  telah berulang kali menegaskan bahwa kenaikan suku bunga merupakan keputusan  “tepat” tahun ini dan pasti akan dilakukan, tapi dalam beberapa bulan terakhir ekonomi global telah menunjukkan tanda-tanda ketegangan yang juga memperngaruhi ekonomi di Amerika Serikat. Apalagi inflasi negeri tersebut masih jauh dibawah target yaitu 2% sedang inflasi terakhir mendekati level 0 persen yang membuat bank sentral AS tidak terburu-buru  untuk menaikkan suku bunganya. Meski pasar pekerjaan terus membaik secara bertahap dan tingkat upah mulai meningkat dan membuat ekonomi Amerika tidak dalam bahaya dalam waktu dekat. Dan dalam pertemuan tersebut para pembuat kebijakan mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin di ‘pertemuan berikutnya yaitu  pada bulan Desember. Keputusan ini merupakan keputusan kontra dengan beberapa bank sentral global yang justru sudah dan akan menurunkan suku bunganya seperti PBOC dan ECB.
      • Bank Sentral China (PBOC) menulis di situsnya pada hari ini bahwa langkah yang dilakukan pada akhir pekan lalu merupakan hal yang wajar dan diharapkan mendorong harga konsumen dan anjloknya cadangan devisa karena kurs. "Inflasi mendingin pada bulan September berarti bahwa pengurangan yang sesuai dalam tingkat bunga nominal dibutuhkan untuk mendorong bunga riil kembali ke tingkat yang wajar, memungkinkan biaya pendanaan sosial jatuh lebih jauh dan memperkuat perekonomian," kata PBOC dalam pernyataan, seperti dikutip dari CNBC, Senin (26/10/2015). Bulan lalu, indeks harga konsumen (CPI) China naik 1,6% dari tahun sebelumnya, namun turun dari perkiraan sebesar 1,8% dan bulan sebelumnya sebesar 2%. Di sisi lain, indeks harga produsen (PPI) turun 5,9% pada September, penurunan beruntun selama 43 bulan. "Dalam beberapa bulan terakhir, total dana cadangan devisa turun luar biasa karena kurs. Meskipun pasar valuta asing telah relatif stabil, ketidakpastian tetap terjadi. Karena pengurangan cadangan persyaratan bank akan menambah lebih banyak likuiditas ke sistem perbankan," kata bank sentral. Pengurangan GWM tidak akan meningkatkan neracanya. Dengan demikian, langkah-langkah pelonggaran kuantitatif atau stimulus terbaru ini berbeda secara signifikan dari langkah pelonggaran kuantitatif yang dilakukan oleh bank sentral lainnya. Peningkatan neraca bank sentral dilakukan dengan membeli sejumlah aset tertentu, seperti obligasi. PBOC mengatakan, China tidak menghadapi pembatasan suku bunga nol seperti Bank Sentral Eropa dan The Fed karena suku bunga nominal tetap di atas nol, sedangkan rasio cadangan deposito juga masih relatif tinggi. Dengan demikian, China memiliki fleksibilitas untuk menggunakan kebijakan moneter konvensional.
      • Ulasan :
        Kenaikan suku bunga acuan The Fed akan membuat dolar semakin kuat. Hal Ini juga akan berbahaya bagi Amerika, karena dolar yang semakin kuat akan membuat produk-produk AS menjadi semakin mahal di pasar ekspor. Hasilnya produk-produk tersebut menjadi kurang kompetitif ketika bersaing dengan produk serupa dari negara-negara asia yang nilai mata uangnya lebih rendah.
  • MIKRO
      • Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, menyatakan, masterplan sektor jasa keuangan Indonesia 2015-2019 tengah di susun. "Kami siap menjalankan tugas pengawasan sektor keuangan, mulai perbankan, asuransi, pasar modal dan lainnya," kata Muliaman, Kamis (29/10/2015). Masterplan yang direncanakan bisa rampung sebelum akhir 2015, bakal memuat pengawasan sektor keuangan secara mendetil. Ada tiga pilar utama yang diatur yakni kontribusi, stabilitas dan inklusi keuangan. "Kontribusi mengarahkan optimalisasi peran OJK dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan," Sedangkan menyangkut stabilitas, mengarah kepada upaya menciptakan sistem keuangan sebagai landasan bagi pembangunan yang berkelanjutan. "Sementara inklusi keuangan diarahkan untuk mewujudkan kemandirian finansial masyarakat serta mendukung upaya peningkatan pemerataan pembangunan," ungkapnya. Menurut Muliaman, pengawasan OJK terhadap sektor jasa keuangan di Indonesia, bakal berbeda dengan pengawasan yang dilakukan institusi sebelumnya. "Setelah ada OJK, pengawasan berbeda yaitu lebih terintegrasi, baik induk maupun anak perusahaan diawasi secara terintegrasi," terangnya. Dalam hal ini, kata Muliaman, OJK akan melakukan pengawasan terhadap induk dan anak perusahaan. "Perusahaan induk harus juga bertanggung jawab atau menanggung risiko anak perusahaan. Ini akan menghindari praktek perusahaan jasa keuangan masuk ke wilayah abu-abu yang lepas dari pengawasan," kata Muliaman.
      • PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik sejuta investor dalam tiga sampai empat tahun mendatang dari posisi saat ini sekitar 400.000 investor pasar modal. Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengemukakan, pihaknya juga akan meningkatkan jumlah investor yang aktif bertransaksi pada tahun depan. "Tidak hanya jumlah investor yang akan ditingkatkan. Investor yang aktif saat ini 25.000, kita akan tambah 20.000 lagi, jadi sekitar 50.000 investor aktif per hari," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10/2015). Tito mengatakan, demi mencapai target investor yang aktif melakukan transaksi, BEI akan terus melakukan kampanye edukasi kepada masyarakat. "Kita akan lakukan kampanye edukasi, akan ada investor summit, hampir 80 emiten mau ikut, sebelumnya hanya 30 emiten. Lalu akan ada expose 40-50 media investasi dan sekuritas untuk aktifasi investor yang belum aktif," jelas dia. Selain itu, BEI akan menambah data center yang baru karena sudah tidak ada penambahan sejak empat tahun lalu. Ditargetkan jumlahnya menjadi 7,5 juta frekuensi. "Upgrade sistem yang tadinya 2,5 juta freksuensi, yang baru kami tambah kemampuannya jadi 7,5 juta untuk menanggapi, mengakomodir kenaikan frekuensi yang akan terjadi tahun depan," pungkasnya.
      • Ulasan :
        Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan ketika menjadi perusahaan yang go public melalui pencatatan perdana saham (IPO) diantaranya yaitu: Memperoleh sumber pendanaan baru, memberikan competitive advantage untuk pengembangan usaha, melakukan merger atau akuisisi perusahaan lain dengan pembiayaan melalui penerbitan saham baru, peningkatan kemampuan going concern, meningkatkan citra perusahaan, dan meningkatkan nilai perusahaan.
  • PERBANKAN
      • Bank Indonesia (BI) menawarkan empat langkah konkret untuk menggali potensi keuangan syariah sebagai sumber pembiayaan ekonomi. Keempat langkah itu adalah regulasi dan kebijakan yang mendukung. Kedua, memberikan edukasi dan sosialisasi terutama kepada perbankan dan pelaku usaha. Ketiga, memberikan skema model pembiayaan yang baru dan terakhir adalah peluncuran zakat dan wakaf. Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan, salah satu langkah yang diberikan adalah peningkatan pengetahuan mengenai ekonomi dan keuangan syariah bagi perbankan, pelaku usaha, serta sektor keuangan. "Edukasi keuangan syariah ini bertujuan agar para pengusaha mengetahui berbagai jenis produk dan skema terbaik yang dimiliki perbankan syariah. Baik sisi penghimpunan, maupun penyaluran dana," ujar Perry dalam seminar bertajuk "Edukasi Keuangan Syariah bagi Pengusaha" di Surabaya, Rabu 28 Oktober 2015. Dengan adanya edukasi ini, Perry mengharapkan, dapat meningkatkan pemahaman dan ketertarikan pengusaha terhadap skema keuangan syariah.
      • Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Asmawi Syam mengungkapkan, empat perbankan badan usaha milik negara (BUMN) telah mengakuisisi‎ sebuah operator telekomunikasi untuk mewujudkan penyatuan ATM BUMN. Empat perbankan plat merah tersebut, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero), dan PT Bank Mandiri (Persero). Dia mengatakan, perseroan sepakat untuk mengakuisisi sebuah perusahaan penyedia jasa telekomunikasi (service provider) pada pertengahan bulan ini. "Kami sepakat pada 21 Oktober 2015, kami mengakuisisi service provider yang ada," katanya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (26/10/2015). Namun, saat ini masih dalam tahap negosiasi dengan perusahaan service provider tersebut. Pasalnya, perusahaan itu belum memutuskan apakah akan menjual sahamnya secara mayoritas kepada perseroan.‎ "Persoalan muncul, apa mereka mau shareholder atau majority. Ini lagi dalam negosiasi. ‎Secara teknis, kami maunya majority supaya lebih efisien," imbuh dia. Asmawi menuturkan, untuk mewujudkan keinginan mengakuisisi mayoritas saham perusahaan service provider tersebut, pihaknya menunjuk Bank Mandiri untuk menjadi konsultan. "Tanggal 21 (Oktober) kita MoU empat bank, kita tunjuk bank Mandiri untuk mencari konsultan dalam melakukan ini. Kita harap akan selesai segera," terang Asmawi. Selain itu, proses akuisisi ini harus mengantongi restu Bank Indonesia (BI). Pasalnya, hal tersebut masuk dalam aksi korporasi.‎ "Iya harus izin BI juga. Karena ini kan aksi korporasi. Empat bank ini juga kan sudah IPO," tandasnya.
      • Ulasan :
        Dengan adanya merger ATM 4 Bank BUMN yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN, maka konsumen akan semakin dimudahkan dalam melakukan transaksi keuangan. Selain itu manfaat untuk Bank BUMN tersebut akan meningkatkan efisiensi biaya operasional, investasi jaringan dan meningkatkan fee base income.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.