Pekan Kedua November 2016

11 november 2016

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) telah menyetujui pinjaman selama tiga tahun sebesar US$ 12 miliar atau sekitar Rp 160 triliun untuk Mesir demi mendukung program reformasi ekonomi. IMF menyebut bahwa persetujuan dewan memungkinkan untuk melakukan pencairan awal sebesar US$ 2.75 miliar. Sisa dana pinjaman akan diberikan dalam beberapa tahap dengan mengikuti lima aturan. Tahap pertama pencairan itu diharapkan dapat meningkatkan cadangan devisa negara menjadi US$ 23.3 miliar. "Program ini akan membantu Mesir memulihkan stabilitas makro ekonomi dan mempromosikan pertumbuhan inklusif," sebut IMF dalam pernyataan resmi mereka (12/11/2016).

    •  Pemilihan Presiden AS terpilih Donald Trump mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Di sisi ekonomi, sentimen konsumen AS berbalik naik atau "rebound" pada awal November dari tingkat terendah dua tahun yang tercatat pada Oktober, karena konsumen menaikkan ekspektasi ekonomi mereka. Angka awal sentimen konsumen untuk November naik menjadi 91,6 dari 87,2 pada Oktober, menurut indeks sentimen konsumen Thomson Reuters/University of Michigan pada Jumat. Sementara itu, investor juga mempertimbangkan prospek-prospek ekonomi AS di bawah pemerintahan Trump. Analis mengatakan bahwa meningkatnya kemungkinan pemotongan pajak dan serangkaian kebijakan yang secara umum pro-pertumbuhan dari Trump, dibantu dan didukung oleh keberhasilan Partai Republik menyapu bersih kursi di kongres, mengangkat spekulasi pasar untuk kebangkitan inflasi serta lebih banyak kenaikan suku bunga di waktu mendatang (11/11/2016).

    • Ulasan :

      Fungsi utama IMF adalah sebagai organisasi dunia yang bertugas mengatur sistem keuangan internasional dan menyediakan pinjaman kepada negara-negara yang membutuhkannya. Dengan bantuan tersebut IMF dapat membantu memperbaiki ketidakseimbangan eksternal dan mengembalikan daya saing, menempatkan defisit anggaran dan utang publik, serta meningkatkan pertumbuhan dan sekaligus menciptakan lapangan kerja.

  • MIKRO
    • Bank Indonesia (BI) meyakini kemenangan Donald Trump atas Hillary Clinton dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), tak akan berdampak buruk terhadap defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal IV 2016. Sepanjang kuartal III, AS merupakan pasar tujuan ekspor terbesar Indonesia dengan mengambil porsi 12,2 persen dari total ekspor non migas. Jauh di atas China yang menyerap 10,3 persen dari total ekspor Indonesia. Namun, nilai ekspor non migas ke AS pada kuartal lalu mengalami penurunan sebesar 1,8 persen (year on year/yoy) terutama dipicu oleh turunnya ekspor tekstil, karet alam olahan, dan makanan olahan yang menguasai 42 persen dari keseluruhan ekspor nonmigas ke AS. Kepala Departemen Statistik BI Hendy Sulistiowati memprediksi CAD pada kuartal IV 2016 tak akan lebih dari 2 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) (11/11/2016). 

    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan bank-bank agar tidak membunyikan genderang perang dengan menaikkan suku bunga deposito. "Karena satu dan lain hal, pencarian dana dilakukan mendukung kinerja permintaan kredit yang diprediksi melonjak di akhir tahun. Jadi, dia perlu likuiditas. Tapi, jangan sampai menaikkan bunga (deposito) lah. Kan sekarang kecenderungannya menurun," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, akhir pekan lalu. Muliaman mengungkapkan, menaikkan bunga deposito menjadi cara ampuh bagi bank menarik minat nasabah untuk memarkir uangnya di bank tertentu. Uang yang disetor nasabah tersebut nantinya akan disalurkan kembali oleh bank dalam bentuk kucuran kredit (14/11/2016).

    • Ulasan :

      Penentuan tingkat suku bunga deposito di sejumlah bank tergantung kepada keadaan likuiditas masing-masing bank. Tingkat suku bunga pada dasarnya merupakan refleksi dan kekuatan permintaan dan penawaran dana. Ketika bank dalam kondisi likuditas yang rendah, biasanya akan menawarkan suku bunga simpanan yang tinggi untuk menarik minat masyarakat untuk menyimpan dananya ke bank. Dengan adanya tambahan dana yang disetor masyarakat, bank dapat memutar dana tersebut untuk kegiatan operasionalnya dan mengatasi masalah likuiditasnya.

  • PERBANKAN
    • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyatakan, satelit milik perusahaan (BRIsat) yang baru saja diluncurkan beberapa bulan lalu sebagai sarana komunikasi nasabah. Fungsi strategis ini membuat satelit tersebut dinilai sebagai komponen penting dalam transformasi bisnis melalui teknologi dan digital platform. "Kita pakai satelit itu untuk komunikasi. Kalau kita lihat fundamental komponen teknologi salah satunya yang kita pakai yakni satelit," ujar Direktur Operasional Bank BRI Zulhelfi Abidin dalam seminar Indonesia Naik Kelas yang diselenggarakan KORAN SINDO dan SINDOnews di Grand Ballroom, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (7/11/2016). Dia menjelaskan, keberadaan satelit Bank BRI menjadi hal positif terkait menjangkau seluruh geografis Indonesia. Mulai dari kota besar hingga ke daerah terpencil.

    • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memberikan fasilitas kredit konstruksi kepada PT PP Properti Tbk (PPRO) senilai Rp325 miliar. Kredit konstruksi tersebut bertenor lima tahun dengan bunga 9,5% per tahun. "Ini bukan pertama kalinya BTN memberikan kredit konstruksi kepada PP Properti. Kerja sama ini wujud dari sinergi BUMN yang kami lakukan," ujar Direktur Consumer Banking BTN Handayani usai menandatangani perjanjian kerja sama fasilitas kredit kontruksi antara BTN dengan PP Properti dalam rilisnya, Jakarta, Kamis (10/11/2016). Menurutnya, pemberian kredit konstruksi dalam perjanjian kerja sama senilai Rp325 miliar ini akan digunakan untuk membangun proyek Apartemen Grand Sungkono Lagoon (GSL), Surabaya. Perseroan berharap PP Properti akan selalu menggandeng BTN dalam hal dukungan pendanaan untuk setiap proyek yang akan dibangun.

    • Ulasan :

      Kredit Modal Kerja yang diberikan oleh Bank BTN kepada Pengembang/Developer untuk membantu modal kerja pembiayaan pembangunan bangunan horizontal ( rumah tinggal, rumah toko, rumah kantor, kios dll ) maupun bangunan vertikal/high rise building berikut sarana dan prasarananya.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.