Pekan Pertama Juli 2017

01 agustus 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Juni lalu kembali menyinggung soal rencana pemangkasan neraca (balance sheet) bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed). Kebijakan tersebut diperkirakan akan direalisasikan tahun ini bersamaan dengan implementasi kenaikan suku bunga acuan AS, The Federal Funds Rate (FFR). Secara teori, pemangkasan neraca bank sentral merupakan bentuk kebijakan pengetatan moneter dengan menyerap likuiditas atau pasokan uang beredar di pasar keuangan. Implementasi kebijakan dilakukan dengan menjual aset surat berharga yang dimiliki oleh bank sentral. Kebijakan ini berkebalikan dengan pelonggaran kuantitatif (Quantitative Easing/QE) yang dilakukan The Fed pasca krisis keuangan 2007/2008. Ketika itu, The Fed menginjeksi uang ke pasar melalui pembelian surat utang pemerintah AS (treasuries) maupun sekuritas korporasi.

    • Produktivitas pekerja Inggris turun kembali ke level pra-krisis, menurut angka resmi terbaru. Output per jam mengalami penyusutan 0,5% dalam tiga tiga bulan pertama tahun ini, menurut data Kantor Statistik Nasional (ONS). Pada akhir 2016, produktivitas sempat kembali ke tingkat sebelum krisis namun kini kembali tergelincir kembali. Bahkan mendekati posisi 0,4% pada akhir 2007, silam menurut ONS. Ekonom sendiri telah memperingatkan bahwa produktivitas Inggris terus tertinggal di belakang mitra dagang utama seperti AS, Prancis dan Jerman. "Pertumbuhan produktivitas tenaga kerja Inggris masih terus berjuang sejak krisis ekonomi 2008. Pada kuartal pertama tahun 2017 tercatat masih jatuh untuk semakin menjadu dari pertumbuhan positif," ucap Kepala Produktivitas ONS Philip Wales. 

    • Ulasan :

      Sebagai salah satu negara berkembang, kebijakan pengurangan neraca The Fed tentu akan berpengaruh terhadap pasar keuangan Indonesia. Kenaikan yield obligasi pemerintah AS dibarengi dengan kenaikan FFR akan mendorong kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia.

  • MIKRO
    • Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit yang disalurkan pada bulan Mei 2017 menjadi Rp4.453 triliun atau 8,6% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,4%. Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan pertumbuhan kredit perbankan terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI). "Kredit modal kerja tercatat sebesar Rp2.050 triliun atau naik 8,5% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 10%," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara, Rabu (5/7/2017). Sedangkan kredit investasi mengalami perlambatan pertumbuhan dari 8% pada April 2017 menjadi 7,9%. Tirta melanjutkan, pertumbuhan KMK melambat terutama disebabkan oleh sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang masing-masing tumbuh melambat dari 29,2% dan 9,8% menjadi sebesar 28,9% dan 6,6%.

    • Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa inflasi pada Lebaran tahun ini atau pada periode Juni 2017 paling terkendali dibanding tiga tahun sebelumnya. Pada Lebaran 2017, inflasi berada pada posisi 0,69%. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, pada 2014 Lebaran jatuh pada 28 Juli 2014 dan pada periode tersebut inflasi mencapai 0,93%. Sementara pada 2015, inflasi Lebaran yang jatuh pada Juli 2015 mencapai 0,93%. "Pada 2014 Lebaran jatuh pada 28 Juli 2014, sehingga pada Juli itu terjadi inflasi 0,93%, Ramadannya pada Juni. Sementara 2015 jatuh di Juni-Juli, Juni 0,54% dan Juli 0,93% Jadi jumlahnya 1,47%," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/7/2017).

    • Ulasan :

      Menurutnya, inflasi Lebaran tahun ini yang jauh lebih terkendali, salah satunya disebabkan oleh berbagai upaya pemerintah menekan gejolak harga pangan jelang Ramadan dan Lebaran. Pada tahun ini, pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) pangan yang bertugas memantau gejolak kenaikan harga di pasar.

  • PERBANKAN
    • Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baiquni mengungkapkan, semua sektor BNI tahun ini perlahan mulai bangkit dan menunjukkan pemulihan kinerja. Termasuk, bergairahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Terlebih, menyambut dalam rangka ulang tahun BNI ke-71, Baiquni ingin ke depannya semua sektor bisa terhubung dengan digitalisasi yang semakin berkembang. IHSG kemarin sangat bergairah mau menyentuh 6.000, ini kan sesuatu sinyal positif. Inflasi yang selalu menjadi momok ternyata di bawah yang diperkirakan pemerintah," katanya di kantor pusat BNI, Jakarta, Rabu (5/7/2017). Menurutnya, jika dilihat investor asing masuk ke Indonesia semakin banyak. Apalagi, ditambah dengan indeks Indonesia bergerak sangat positif.

    • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengumumkan rencana pendirian kantor cabang penuh, Bank Mandiri Berhad, di Malaysia setelah mendapat lisensi Qualified ASEAN Bank (QAB). Kantor tersebut akan mulai beroperasi pada akhir 2017. Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad, Bank Mandiri merupakan bank pertama ysang mendapat lisensi QAB. Dengan lisensi tersebut, bank milik pemerintah ini akan diperlakukan setara dengan bank-bank lokal yang beroperasi di Malaysia. "Kami sangat menghargai otoritas perbankan Malaysia yang mendukung kehadiran bank dari Indonesia ini. Indonesia pun telah memperlakukan bank-bank Malaysia seperti milik sendiri. Ini merupakan langkah maju yang dapat memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia," kata Muliaman melalui keterangan rilis di Jakarta, Kamis (6/7/2017).

    • Ulasan :

      Indonesia sepakat mendukung integrasi perbankan ASEAN yang menjadi langkah penting guna menfasilitasi kemajuan integrasi ekonomi dan keuangan ASEAN. Dengan program tersebut negara-negara ASEAN dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip dan proses integrasi perbankan di bawah kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.