Pekan Ketiga Juni 2017

23 juni 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Dolar AS menggapai level tinggi tiga minggu terhadap Yen Jepang, di sesi perdagangan Selasa (20/Jun) pagi ini. Komentar pejabat The Fed yang dinantikan pasar, William Dudley, mengatakan bahwa inflasi AS harus naik beriringan dengan kenaikan gaji. Pernyataan tersebut diasumsi sebagai dukungan terhadap ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga The Fed sekali lagi tahun ini. Presiden The Fed untuk wilayah New York, William Dudley, mengatakan kemarin malam bahwa pengetatan dalam pasar tenaga kerja akan bisa membantu mengerek inflasi. Hal itu melegakan kekhawatiran para investor yang prihatin atas melambatnya inflasi AS, dimana dampaknya dapat membuat The Fed tidak bisa menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Komentar Dudley dicerna sebagai penguat kesan hawkish yang dibawa oleh rapat FOMC pekan lalu. Dolar AS pun mendapat dorongan naik karenanya, demikian tutur Teppei Ino, analis di Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di Singapura kepada Reuters. Ino menambahkan bahwa posisi Dolar saat ini dekat dengan sejumlah level resisten kunci, termasuk high intraday pada tanggal 24 Mei, yakni di level 112.13 yen. Jika USD/JPY mampu menembus level tersebut, lanjut Ino, maka terbukalah jalan untuk penambahan penguatan.

    • Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan mencapai 3,5 persen, naik dari pencapaian 2016 yang tercatat 3,1 persen. Pertumbuhan akan berlanjut pada 2018 dan membaik dengan proyeksi hingga 3,6 persen. Percepatan pertumbuhan ini ditopang oleh gairah yang lebih baik dari negara-negara berkembang dan negeri-negeri berpendapatan rendah, yang menikmati peningkatan dari sektor perdagangan maupun manufaktur. “Proyeksi terbaru kami pada 2017 ini lebih tinggi dari yang kami perkirakan dalam laporan terakhir sebelumnya,” kata Maurice Obstfeld, Konsuler Ekonomi dan Direktur Departemen Riset IMF, dalam konferensi pers di kantor pusat IMF di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa pagi waktu setempat atau Selasa malam waktu Indonesia, 18 April 2017. Maurice memberikan keterangan bersama para deputinya, Gian Maria Milesi-Ferretti dan Oya Celasun, dan juru bicara IMF Olga Stankova. “Perbaikan ini terutama datang dari kabar situasi ekonomi yang baik di Eropa dan Asia, juga dari dalam Asia sendiri, serta berlanjutnya harapan akan pertumbuhan yang lebih tinggi tahun ini di Amerika Serikat,” Maurice menambahkan.

    • Ulasan :

      Pernyataan Dudley mengenai perlunya untuk menaikkan suku bunga tidak tidak diterima semua kalangan. Beberapa di antaranya berharap bahwa The FED dapat menunggu hingga akhir tahun,demi memastikan perlunya menaikkan suku bunga atau tidak.

  • MIKRO
    • Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat net kewajiban sebesar USD335,2 miliar (35,0% terhadap PDB) pada akhir triwulan I 2017, naik USD17,0 miliar dari posisi net kewajiban pada akhir triwulan IV 2016 yang sebesar USD318,3 miliar (34,1% terhadap PDB). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, peningkatan net kewajiban PII Indonesia tersebut disebabkan oleh peningkatan Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang melampaui peningkatan Aset Finansial Luar Negeri (AFLN). "Perkembangan tersebut sejalan dengan transaksi modal dan finansial pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mengalami surplus pada triwulan I 2017 didukung oleh membaiknya pertumbuhan ekonomi dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (23/6/2017). Posisi AFLN Indonesia pada akhir triwulan I 2017 naik 3,3% (qtq) atau sebesar USD9,9 miliar menjadi USD308,6 miliar. Kenaikan tersebut didukung oleh meningkatnya posisi cadangan devisa, investasi langsung, investasi portofolio dan investasi lainnya.

    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (Sprint) penerbitan obligasi dan sukuk untuk emiten bank . Hal tersebut sebagai upaya mempercepat dan menyederhanakan proses perizinan dengan cara mengintegrasikan proses perizinan di kompartemen pasar modal dan kompartemen perbankan. Melalui Sprint, proses perizinan penerbitan obligasi dan sukuk untuk emiten bank dipersingkat dari yang semula membutuhkan waktu 105 hari menjadi 22 hari kerja. Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto menuturkan, proses perizinan penerbitan obligasi dan sukuk untuk emiten bank yang selama ini dilakukan secara sekuensial telah ditransformasikan menjadi perizinan melalui satu pintu dan dokumen permohonan juga telah disederhanakan. "Dengan langkah ini OJK dapat memotong waktu pemrosesan permohonan secara signifikan namun tetap mempertimbangkan aspek prudensial terhadap permohonan yang diajukan," ujarnya di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

    • Ulasan :

      Peningkatan investasi langsung sejalan dengan peningkatan nilai aset di beberapa negara tujuan investasi dan pelemahan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap sebagian besar mata uang dunia. Peningkatan investasi portofolio terutama dipengaruhi oleh net pembelian surat berharga di luar negeri yang dilakukan sektor swasta.

  • PERBANKAN
    • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) akan tetap aktif untuk melayani nasabah pada saat libur hari raya Idul Fitri tahun ini, yang berlangsung antara 26 Juni hingga 30 Juni 2017. Hal ini sebagai wujud komitmen Bank BRI untuk tetap memberikan pelayanan saat libur Lebaran berlangsung. "Kami menyiapkan 156 Unit Kerja Operasional (UKO) untuk weekend banking di tanggal 24 Juni dan 1-2 Juli serta 230 UKO untuk layanan operasional terbatas di tanggal 26 Juni hingga 1 Juli. Harapannya Bank BRI tetap dapat melayani publik meskipun sedang dalam suasana cuti bersama," ujar Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso dalam keterangan resmi di Jakarta. Tidak hanya melayani nasabah, Bank BRI juga tetap memberikan pelayanan terhadap transaksi institusi dan perusahaan yang menjadi rekanan BRI. Di antaranya setoran BBM/non BBM Pertamina, setoran ISS, penebusan SPP Bulog, SSB Polri, Imigrasi Visa On Arrival dan Cash Pick Up Perhutani.

    •  PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memberikan kemudahan selama mudik Lebaran 2017. Perseroan memberikan diskon harga kartu TapCash sebesar 50% menjadi Rp10 ribu. Sekretaris Perusahaan Kiryanto mengatakan, hal ini demi memudahkan perjalanan nasabah ke kampung halaman saat mudik. “BNI memberikan layanan TapCash. TapCash merupakan uang elektronik yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran tarif tol secara mudah dan cepat,” ujar Kiryanto dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (23/6/2017). Selama mudik Lebaran 2017 harga kartu TapCash Diskon 50% menjadi Rp10.000,- dan bisa didapat di gerbang-gerbang tol melalui petugas penjualan kartu TapCash. Selain itu pengguna TapCash di manjakan dengan Diskon tarif tol sebesar 20% di ruas tol JasaMarga dan 10% di ruas tol Non JasaMarga (berlaku 22-26 Juni dan 30 Juni-2 Juli 2017). TapCash dapat diisi ulang (Top Up) secara Online dengan menggunakan smartphone Android ber-NFC. TopUp cukup dilakukan via SMS Banking, Mobile Banking atau internet Banking BNI dan diaktifkan melalui aplikasi BNI TapCash Go di smartphone Anda. Top Up juga tetap dapat dilakukan melalui ATM BNI yang dapat ditemui di rest Area sepanjang jalur mudik baik menggunakan kartu Debit BNI atau Bank lain.

    • Ulasan :

      BRI tidak hanya melayani masyarakat dengan memberikan pelayanan tambahan selama lebaran, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih terbiasa menggunakan transaksi non-tunai agar dapat menghindarkan diri dari aksi kriminalitas.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.