Pekan Ketiga Juli 2017

01 agustus 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Badan Moneter Internasional (IMF) menilai perekonomian Amerika Serikat dalam dua tahun ke depan terlihat lebih rapuh. Pada Minggu (23/7), IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2,1% untuk tahun ini dan tahun depan. Proyeksi ini turun dari prediksi sebelumnya pada April yakni 2,3% untuk 2017 dan 2,5% untuk 2018. Angka tersebut juga terpaut jauh dari target pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan Presiden AS Donald Trump dalam kampanyenya sebesar 4%, dan lebih rendah dari level pertumbuhan 3% yang menjadi targetnya sejak menjabat sebagai presiden. Badan Moneter Internasional (IMF) menilai perekonomian Amerika Serikat dalam dua tahun ke depan terlihat lebih rapuh. Pada Minggu (23/7), IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2,1% untuk tahun ini dan tahun depan. Proyeksi ini turun dari prediksi sebelumnya pada April yakni 2,3% untuk 2017 dan 2,5% untuk 2018. Angka tersebut juga terpaut jauh dari target pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan Presiden AS Donald Trump dalam kampanyenya sebesar 4%, dan lebih rendah dari level pertumbuhan 3% yang menjadi targetnya sejak menjabat sebagai presiden

    • Sebagian besar valuta Asia menguat terhadap dolar AS, Jumat (21/7), setelah komentar dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi memicu kenaikan euro terhadap dolar AS. Ia mengatakan bahwa para pembuat kebijakan akan mendiskusikan perubahan program pembelian obligasi pada musim gugur. Kepala analis di Skandinaviska Enskilda Banken (SEB) mengemukakan, ada dua hal- penguatan euro pasca pertemuan ECB dan hal negatif yang keluar terkait Presiden Donald Trump dan investigasi mengenai dirinya jadi melebar-itu menyebabkan dolar melemah dan valuta Asia menguat. Baht memimpin kenaikan mata uang Asia dipicu data perdagangan yang kuat pada Juni. Ekspor bea cukai Thailand meningkat untuk bulan keempat berturut-turut. Peso naik sekitar seperempat persen dipicu aksi profit taking terhadap dolar AS. Rupiah naik terhadap dolar AS setelah Bank Indonesia pada Kamis mempertahankan suku bunganya tanpa perubahan pada pertemuan kebijakan kesembilan berturut-turut, sekalipun ekonomi kemungkinan tumbuh lebih lambat dari sebelumnya

    • Ulasan :

      Beberapa institusi finansial global menyebut bahwa tingginya ketidakpastian terhadap kebijakan pemerintahan Trump sebagai alasan utama pemangkasan prediksi tersebut.. IMF juga berpendapat alasan lain yakni permulaan yang kurang baik pada awal 2017, di mana pertumbuhan kuartal pertama AS hanya 1,4%.

  • MIKRO
    • Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, BI terus mendorong peran ekonomi syariah dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan Agus dalam diskusi panel bertajuk "Peran Ekonomi Syariah dalam Arus Baru Ekonomi Indonesia" di Jakarta, hari ini. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan diharapkan dapat menghasilkan kerangka kerja nyata yang dapat diimplementasikan bagi kemajuan perekonomian Indonesia. Ekonomi syariah dinilai merupakan salah satu jawaban atas permasalahan ekonomi yang masih terdapat di Indonesia, yaitu kesenjangan sosial. "Sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang menjunjung tinggi keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya," kata Agus, Senin (24/7/2017). Ekonomi syariah juga dilengkapi dengan mekanisme distribusi harta kepada masyarakat miskin serta dorongan partisipasi masyarakat untuk berkontribusi bagi kepentingan publik, sehingga bersifat inklusif.

    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjalin kerja sama dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) dalam rangka program peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Surat Pernyataan Bersama kerjasama tersebut ditandatangani Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Agus Sugiarto dan Dekan SBM ITB Sudarso K. Wiryono di Kampus SBM ITB Bandung, Senin. Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S. Soetiono dalam kesempatan itu mengatakan bahwa ruang lingkup kerja sama antara OJK dengan SBM ITB meliputi beberapa hal yaitu Rencana pembentukan Pusat Riset Literasi dan Inklusi Keuangan (PRLIK), penyelenggaraan kuliah umum secara reguler. Ditambah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan pelaksanaan Kajian Literasi dan Inklusi Keuangan serta Outreach program melalui Training of Trainers tematik bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata serta Training of Communities perencanaan keuangan bagi masyarakat. "Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat OJK dan SBM ITB akan meresmikan Pusat Riset Literasi dan Inklusi Keuangan (PRLIK)," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta.

    • Ulasan :

      Dengan kerja sama dan implementasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, diharapkan partisipasi dan dukungan civitas akademika akan semakin besar dalam mendukung terwujudnya kebijakan dan program kerja OJK yang lebih spesifik, tepat sasaran dan memiliki multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

  • PERBANKAN
    • PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) mendukung pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di wilayah Karawang, Jawa Barat. Langkah ini merupakan upaya Bank Mandiri dalam meningkatkan peran sebagai agen pembangunan untuk pemerataan ekonomi ke seluruh pelosok Indonesia. "Untuk itu, Bank Mandiri menargetkan dapat menjalin kemitraan dengan sekitar 200 BUM Desa di Wilayah Jawa Barat pada akhir 2017, dari 56 BUM Desa yang telah menjadi mitra saat ini," ujar Regional CEO Bank Mandiri Jawa Barat Iman Gunawan di Jakarta, Kamis (20/7/2017). Terkait hal tersebut, dilakukan penandatanganan kesepakatan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Karawang dan Bank Mandiri. Dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak akan mengembangkan BUM Desa dalam bentuk penguatan kualitas sumber daya manusia yang akan mengelola BUM Desa, serta memberdayakan BUM Desa dengan menjadikannya sebagai agen Layanan Keuangan Digital (LKD) maupun Laku Pandai. "Pemkab Karawang pun akan bersama-sama Bank Mandiri memonitor dan mengevaluasi perkembangan BUM Desa secara periodik," katanya .

    • Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dalam rangka pengembangan produk unggulan daerah tertinggal. "Hal tersebut diimplementasikan melalui integritas program permodalan dan pemasaran produk unggulan daerah tertinggal," kata Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal Kemendes PDTT, Muhammad Nur dalam rilisnya, Jakarta, Selasa (19/7/2017). Sub Direktorat Investasi dan Permodalan ini sebagai salah satu Sub Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal pada Ditjen PDT yang memiliki tugas pokok mengupayakan pengembangan investasi dan permodalan di daerah tertinggal. Selain itu, juga mengagendakan pelaksanaan koordinasi dengan para stakeholder baik instansi pemerintah maupun swasta yang terkait dengan pengembangan investasi dan permodalan di pusat maupun daerah.

    • Ulasan :

      Dengan kerja sama ini, Kemendes menginginkan terfasilitasinya UMKM, kelompok usaha/kelompok tani dalam hal akses permodalan, pembinaan dan pendampingan management usaha di kabupaten daerah tertinggal.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.