Pekan Ketiga Desember 2016

23 desember 2016

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (the Fed) telah menaikkan suku bunga acuannya jelang tutup tahun 2016. Kini, suku bunga acuan the Fed ditetapkan sebesar 0,75% atau naik sebesar 25 basis points. The Fed pun diproyeksi akan dapat menaikkan suku bunga acuannya sebanyak tiga kali pada tahun 2017 mendatang. Namun, menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Hermanto Gunawan, hingga diprediksi the Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuannya pada tahun 2017 mendatang. Sebab, belum terdapat ruang bagi the Fed untuk dapat menaikkan suku bunga acuannya. "Pada saat yang sama kami masih belum lihat ada kenaikan Fed Rate. Meski di dunia diperkirakan Fed Rate naik tiga kali," tuturnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (22/12/2016). Namun, BI pun perlu hati-hati dalam menetapkan kebijakan moneter. Sebab, kredit pada tahun 2017 mendatang diprediksi dapat meningkat hingga 13,5%. Artinya, perlu kebijakan yang sesuai agar mampu mendorong pertumbuhan kredit pada tahun 2017. "Perbankan, loan growth kelihatannya masih akan low double digit. Tahun ini satu digit. Maupun DPK (dana pihak ketiga)," tutupnya.

    • Bursa saham Asia pada perdagangan, Rabu (21/9) ditutup menguat setelah Bank Sentral Jepang menyampaikan keputusannya terkait kebijakan moneter, dengan tetap mempertahankan bunga deposito pada minus 0,1 persen. Pada akhir perdagangan hari ini, indeks Nikkei 225 di Jepang ditutup meningkat sebesar 315,47 poin aau menguat sebesar 1,91 persen ke kisaran 16.807,62. Indeks Hang Seng di Hong Kong ditutup bertambah 151,04 poin atau naik 0,64 persen ke kisaran 23.681,90. Penguatan juga dialami oleh indeks ASX 200 di Australia yang ditutup bertambah sebesar 35,99 poin atau naik 0,68 persen ke kisaran 5.339,56. Indeks Shanghai di Tiongkok ditutup menguat sebesar 2,48 poin atau bertambah 0,08 persen ke kisaran 3.025,48. Sedangkan, indeks Kospi di Korea Selatan pada perdagangan hari ini ditutup meningkat sebesar 10,28 poin atau naik 0,51 persen ke kisaran 2.035,99. Sementara itu, harga minyak mentah pada perdagangan Rabu ini juga membukukan penguatan. Minyak mentah AS, WTI, pada perdagangan hari ini mencatat kenaikan sebesar 2,09 persen ke kisaran US$ 44,97 per barel dan minyak mentah Brent menguat sebesar 1,55 persen ke level US$ 46,59 per barel.

    • Ulasan :

      Beberapa pihak menyangsikan pernyataan yang mengatakan bahwa the Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuannya. Ini dikarenakan rencana belanja Pemerintah AS dalam jumlah besar dapat mendorong The Fed menaikkan suku bunganya. Meskipun begitu, Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) sudah mengantisipasi kenaikan tersebut dengan membuat perkiraan kenaikan tiga kali di dalam simulasinya.

  • MIKRO
    • Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meminta dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Uang Rupiah. Dengan redenominasi ini, maka jumlah digit pada rupiah akan disederhanakan seperti Rp1.000 menjadi Rp1. Dia mengungkapkan, saat ini BI dan parlemen tengah menyusun draf RUU Redenominasi Rupiah. Dengan diredenominasi, maka akan diikuti dengan penyesuaian harga barang serta jasa. "Kami juga ingin usulkan kepada Presiden, mohon mendukung proses penyelesaian RUU Redenominasi Rupiah. Dengan adanya RUU tersebut, akan dilakukan penyederhanaan jumlah digit redenominasi rupiah serta diikuti penyesuaian harga barang dan jasa," tuturnya di Gedung BI, Jakarta, Senin (19/12/2016). Menurutnya, redenominasi rupiah tidak akan mengurangi daya beli masyarakat. Sebab, redenominasi tidak akan mengurangi nilai rupiah (sanering), dan hal tersebut hanya membuat denominasi lebih sederhana dan efisien.  "Redenominasi tidak akan mengurangi daya beli masyarakat. Redenominasi bukan sanering, karena akan ada masa transisi selama minimal delapan tahun. Dengan dukungan Presiden, kami akan koordinasi dengan Menkeu untuk penyelesaian RUU tersebut," ujar Agus.

    • Sebagai upaya mempercepat perizinan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (Sprint) untuk penjualan reksadana melalui bank selaku agen penjual reksadana dan pendaftaran akuntan publik. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, Sprint reksadana merupakan inovasi sistem integrasi yang ketiga diluncurkan oleh OJK. "Sampai 2018 target kita masih ada lima lagi Sprint yang mau diluncurkan. Yang udah tiga, bancassurance itu bulan Juli 2016, kemudian hari ini ada dua reksadana sama akuntan publik dan kantor akuntan publik," tuturnya di Gedung OJK Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (19/12/2016). Selanjutnya, OJK bakal meluncurkan Sprint untuk proses perizinan penerbitan surat utang atau obligasi dan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) untuk meiten batu "Intinya semua yang ada interkonektivitasnya," imbuhnya. Nurhaida mengakui, proses penerbitan obligasi saat ini juga melibatkan berbagai kompartemen seperti pasar modal dan pengawas perbankan. Hal itulah yang nantinya akan diintegrasikan.

    • Ulasan :

      Permohonan dukungan penyederhanaan rupiah oleh Gubernur BI mendapat respon dari Presiden Jokowi. Menurutnya butuh waktu sampai tujuh tahun untuk mengimplementasikan rencana tersebut. Rencana tersebut seharusnya dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional, namun nampaknya belum ada. Seperti yang diketahui bahwa tujuan dan manfaat redenominasi rupiah adalah untuk mempermudah berbagai macam kegiatan yang ada hubungannya dengan uang.

  • PERBANKAN
    • Sekretaris Perusahaan BNI, Ryan Kiryanto, memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan nasional akan membaik pada 2017. Dia memperkirakan, pertumbuhan kredit di 2017 akan mampu mencapai angka double digit atau lebih baik dari 2016, yang diperkirakan hanya single digit. "Potensi pertumbuhan kredit perbankan Indonesia pada 2017 akan relatif lebih baik dibanding 2016 ini. Tahun depan ada potensi pertumbuhan kredit akan menginjak double digit. Mungkin kalau 11% saja rasanya masih bisa," ujar Ryan di Jakarta, Kamis, (22/12/2016). Dia mengatakan, ada faktor-faktor yang akan mendorong pertumbuhan kredit perbankan tahun depan lebih baik. Pertama, konsumsi rumah tangga yang diprediksi akan terus mengalami peningkatan yakni akan mampu tumbuh di atas 5%. Kondisi ini diyakini akan meningkatkan permintaan kredit di perbankan. Sementara target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 akan berada pada kisaran 5,1%, sedikit lebih rendah bila dibandingkan APBN-P 2016 yang menargetkan 5,2%. "Target pertumbuhan ekonomi tersebut paling realistis dan ideal saat ini, asalkan dengan catatan inflasi rendah. Tercatat inflasi tahun ini diperkirakan sekitar tiga persen, sangat rendah dan rekor yang baik. Lebih rendah karena pemerintah tidak lagi memikirkan subsidi," ujar Ryan.

    • Bank Mandiri bekerja sama dengan Kejaksaan Agung untuk menangani kredit bermasalah dan mengejar debitur-debitur nakal. Menurut Kejaksaan Agung kerja sama ini untuk menunjukkan negara hadir dalam masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. "Debitur yang kreditnya macet yang disengaja seringkali memutar balikkan fakta. Mereka justru menuduh pengelola bank melakukan kesalahan. Selain itu, ada juga yang memalsukan dokumen-dokumen dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri," ujar Jaksa Agung HM Prasetyo dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (22/12/2016). Melalui kerja sama ini pula, lanjut Prasetyo, Kejaksaan Agung siap memberikan bantuan hukum baik litigasi maupun di luar litigasi kepada Bank Mandiri baik di pusat maupun daerah.‎ "Hal tersebut dilakukan untuk melindungi keuangan negara sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.‎ Sesuai tugas kejaksaan untuk melindungi aset negara dari penguasaan pihak yang tidak berhak," tegas Jaksa Agung.‎ Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, langkah ini merupakan sinergi antara Bank Mandiri sebagai BUMN dengan Kejaksaan Agung sebagai pengacara negara, untuk menyelamatkan aset negara dari debitur-debitur nakal. "Kami memiliki komitmen untuk menyelesaikan kredit macet karena debitur yang tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya. Kejagung nantinya akan membantu mengejar debitur nakal sehingga dapat menghindari kerugian negara," kata Rohan.

    • Ulasan :

      Seperti yang diketahui bahwa pertumbuhan kredit tahun ini berada dikisaran satu digit. Hal itu disebabkan salah satunya oleh dampak global, dimana komoditas saat ini belum mengalami perbaikan telah mempengaruhi permintaan kredit perbankan pada sektor tersebut. Namun dengan perbaikan tren pasar, diharapkan ekspansi kredit dan perbaikan rasio kredit bermasalah akan mulai tampak tahun depan.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.