Pekan Keempat Oktober 2017

14 desember 2017

Kategori :


  • MAKRO
    • Pekan depan, calon Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang baru akan diumumkan. Dalam cuitan di twitter, Presiden AS Donald Trump memastikan akan mengumumkan calon bos The Federal Reserve minggu depan. Trump tidak menyebutkan kandidat Gubernur The Fed pilihannya. Cuma, menurut tiga sumber Bloomberg yang tahu soal ini menuturkan, Trump cenderung memilih Jerome Powell sebagai Gubernur The Fed berikutnya. Powell merupakan salah satu anggota Dewan Gubernur The Fed periode sekarang. Di The Fed, Powell lebih banyak mengurusi soal peraturan keuangan. "Orang-orang menunggu keputusan saya mengenai siapa Gubernur The Fed berikutnya," kata Trump dalam video Instagram singkat yang dia kirimkan ke 41 juta pengikut twitter-nya. "Akan ada seseorang yang akan melakukan pekerjaan fantastis. Saya memiliki seseorang yang sangat spesifik dalam pikirannya," imbuh Trump. Hanya saja, menurut sumber tersebut, dukungan Trump terhadap Powell belum final dan Trump bisa saja berubah pikiran setiap saat.
    • Bank Dunia memprediksi harga minyak dunia diprediksi akan naik ke harga 56 dolar per barel pada 2018 mendatang seiring meningkatnya permintaan, pemangkasan produksi negara eksportir minyak, dan stabilnya produksi minyak AS. Sementara itu, harga logam diprediksi akan turun tahun depan. Dalam laporan Proyeksi Pasar Komoditas Oktober, Bank Dunia menyebut, harga komoditas energi, termasuk migas dan batu bara, diprediksi akan naik empat persen pada 2018 setelah turun 28 persen sepanjang 2017 ini. Sementara harga komoditas pangan dan bahan mentah sedikit turun pada 2017 dan akan naik tahun depan. ''Harga komoditas energi naik karena permintaan naik dan stok berkurang. Tapi ini masih tergantung para produsen minyak dunia, mau memangkah atau menambah produksi,'' kata ekonom senior Bank Dunia John Baffes dalam keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Jumat (27/10). Baffes juga menilai pembangunan di Cina juga akan berperan penting dalam menentukan harga logam. Harga logam sendiri diprediksi stabil setelah naik 22 persen sepanjang 2017 ini.
    • Ulasan:
      Meskipun terdapat beberapa calon kandidat Gubernur The Fed lainnya, Trump lebih cenderung berpihak kepada Powell menurut beberapa sumber. Bila hal tersebut terjadi, maka hal tersebut akan dianggap sebagai sinyal kontinuitas kebijakan moneter The Fed, dimana dalam berbagai kesempatan Powell mendukung Yellen dalam penentuan suku bunga.
  • MIKRO
    • Bank Indonesia (BI) sekali lagi mempertahankan suku bunga acuan di 4,25%. Putusan yang diambil melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19 Oktober lalu tersebut kurang lebih sesuai dengan proyeksi pasar. "Justru kalau dinaikkan atau diturunkan malah di luar ekspektasi kami," jelas Andy Ferdinand analis Samuel Sekuritas. Menurutnya, kondisi perbankan saat ini sudah menunjukkan pertumbuhan yang meningkat. Begitupula nilai non performing loan (NPL) sudah mulai stabil dan biaya pencadangan lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Dengan demikian, pertumbuhan yang diantisipasi oleh emiten perbankan sesuai dengan lajur yang mereka harapkan. Ada potensi pertumbuhan layanan keuangan Indonesia yang belum mencapai angka maksimal. Tambah lagi saham emiten perbankan masih menarik karena termasuk dalam sektor yang seksi.
    • Bisnis pembiayaan masih tumbuh positif. Pelaku usaha industri ini mengalami pertumbuhan outstanding pembiayaan sampai bulan September. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai kuartal ketiga kemain angka piutang pembiayaan yang dikelola oleh pelaku usaha multifinance mencapai Rp 410,84 triliun. Jumlah ini naik 8,63% dari posisi pada periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp 378,19 triliun. Jenis kegiatan usaha pembiayaan multiguna masih sangat mendominasi portofolio pembiayaan berjalan sampai sembilan bulan pertama tahun ini dengan Rp 236,29 triliun. Sementara di belakangnya ada pembiayaan investasi sebesar Rp 116,69 triliun. Sementara piutang di segmen pembiayaan modal kerja mencapai Rp 24,61 triliun. Lalu outstanding pembiayaan berprinsip syariah tercatat sebesar Rp 32,1 triliun.
    • Ulasan:
      Langkah BI mempertaruhkan suku bunga acuan merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, kurs rupiah terlihat mengalami penekanan terhadap dollar. Dengan kata lain, kebijakan mempertahankan suku bunga ini sudah bagus untuk melindungi nilai tukar.
  • PERBANKAN
    • Menjelang akhir tahun, PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk atau BRI tengah mengantisipasi potensi kredit bermasalah. Direktur Keuangan BRI mengatakan pihaknya telah meningkatkan cadangan kerugian atau non-perforrming loan coverage (NPL Coverage). Tercatat sampai dengan kuartal III 2017 NPL coverage perseroan kini berada di level 198,2% setelah sebelumnya sebesar 156,9% di akhir kuartal III 2016. "Kami memang menaikkan cadangan untuk berjaga-jaga, penguatan NPL coverage supaya tidak ada kenaikan NPL lebih tinggi dari posisi sekarang," ujarnya dalam konferensi pers kinerja kuartal III-2017 BRI, di Jakarta, Kamis (26/10). Dus, Haru mengatakan dampak dari penguatan pencadangan ini berimbas pada pertumbuhan laba perseroan. Catatan saja, hingga akhir kuartal III 2017 laba bersih konsolidasi BRI tercatat sebesar Rp 20,5 triliun atau hanya tumbuh 8,2% year on year (yoy).
    • PT Bank Mandiri (persero) Tbk mengatakan sampai akhir tahun pihaknya memastikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) ditekan ke level 3,5%. Adapun saat ini, rasio kredit bermasalah perseroan berada di level 3,75% atau mengalami penurunan 6 basis poin (bps) dibanding pencapaian tahun lalu sebesar 3,81%. "NPL akhir tahun kami bisa jaga di 3,5%, ini pasti karena pertumbuhan kredit baru lebih kencang supaya nanti pembaginya meningkat," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Selasa (24/10). Lanjut, bank berlogo pita emas ini menyebut salah satu segmen yang paling terdampak NPL antara lain segmen komersial dan SME. Pun, pria yang akrab disapa Tiko ini mengatakan posisi NPL di kuartal III 2017 ini merupakan yang terendah jika dibandingkan posisi dua kuartal sebelumnya.
    • Ulasan:
      Dengan penambahan pencadangan yang dilakukan oleh BRI, dapat diprediksi sampai akhir tahun bahwa bank tersebut tidak akan menambah NPL coverage. Dalam hal ini BRI berusaha untuk selalu bersikap prudent sehingga dapat menjaga coverage dalam jumlah yang cukup agar tidak khawatir jika ada kenaikan NPL nantinya.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.