Pekan Keempat Juni 2017

01 agustus 2017

Kategori : IR Weekly Review


  • MAKRO
    • The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada Rabu (26/7). Keputusan ini diambil setelah pertemuan kebijakan dua hari Federal Open Market Committee (FOMC). Namun, bank sentral juga memberi sinyal akan segera mengurangi stimulus. "Komite mengharapkan untuk mulai menerapkan program normalisasi neraca secara "relatif segera", mengingat  perekonomian secara luas berkembang seperti yang diantisipasi," kata Komite pembuat kebijakan Fed dalam pernyataannya. Neraca The Fed telah membengkak menjadi sekitar US$ 4,5 triliun menyusul tiga putaran program pelonggaran kuantitatif untuk menahan dampak krisis keuangan global 2008. Seiring dengan ekonomi AS kembali ke jalur pertumbuhan yang stabil, para pembuat kebijakan The Fed bersiap melepaskan kebijakan era krisis agar tidak menimbulkan tekanan inflasi atau memompa gelembung-gelembung aset.

    • Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menyusul ketidakpastian kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump. Sebelumnya IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS berada di angka 2,3 persen di tahun 2017 dan 2,5 persen untuk tahun depan. Namun kemudian proyeksi itu diturunkan menjadi 2,1 persen di tahun 2017 dan 2018. Proyeksi ini di bawah target yang ditetapkan Gedung Putih sebesar 3 persen, seperti dikutip dari BBC News, Selasa 27 Juni 2017. IMF mengingatkan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran bantuan untuk keluarga berpenghasilan menengah dan rendah berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi. IMF menyarankan pemerintah AS menerapkan kebijakan pajak yang mampu meningkatkan rasio pendapatan terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain itu, rencana pemangkasan anggaran diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya jaring pengaman sosial dan menekan inflasi biaya kesehatan. IMF juga menyarankan agar pemerintah AS mengurangi pengeluaran pemerintah. Dilansir dari CNN Money, Presiden Donald Trump menjanjikan akan membawa ekonomi AS bertumbuh di angka 3 persen per tahun pada tahun pertama pemerintahannya. Namun IMF yang mengutip evaluasi anggaran Trump menyebutkan bahwa target tersebut terlalu ambisius. IMF menyebutkan bahwa target 3 persen tersebut sulit dicapai dengan melihat pertumbuhan pasar kerja AS yang didominasi pekerja dengan usia tidak produktif lagi. Ini akan memperlambat kenaikan tingkat produktivitasDana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini dan tahun depan. Tapi, IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro, China, Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Dalam outlook ekonomi dunia yang diterbitkan IMF, Senin (24/7), disebutkan produk domestik bruto (PDB) global akan tumbuh 3,5% pada 2017 dan 3,6% pada 2018. Proyeksi itu sama dari sebelumnya. "Risiko pertumbuhan ekonomi masih seimbang dan condong ke sisi negatif dalam jangka menengah," tulis IMF seperti dikutip Reuters. Cuma, IMF mencukur perkiraan pertumbuhan ekonomi AS dalam dua tahun ke depan. IMF melihat perekonomian AS terlihat lebih rapuh. IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2,1% untuk tahun ini dan tahun depan. Proyeksi tersebut turun dari prediksi sebelumnya yakni 2,3% untuk 2017 dan 2,5% di 2018

    • Ulasan :

      Dari uraian di atas, dapat diindikasikan bahwa The Fed akan mulai mengurangi neracanya pada bulan-bulan mendatang. Namun, pengurangan neraca tidak boleh mengganggu pasar.

  • MIKRO
    • Bank Indonesia (BI) kembali mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kehati-hatian dalam penggunaan transaksi nontunai. Demi kemudahan masyarakat, fasilitas transaksi nontunai terus diperluas hingga mencakup berbagai aktivitas transaksi, termasuk untuk membantu kegiatan masyarakat selama libur Lebaran. "Seiring hal tersebut, kewaspadaan terhadap kejahatan sistem pembayaran pun perlu semakin ditingkatkan," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara belum lama ini. Beberapa kasus kejahatan sistem pembayaran yang mungkin terjadi antara lain berupa skimming, phishing dan malware. Skimming adalah tindakan mencuri data nasabah dengan memasang alat perekam data, umumnya dilakukan pada mesin Electronic Data Capture (EDC) dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Sementara Phishing adalah tindakan ilegal untuk memperoleh informasi sensitif seperti user id dan password, detil kartu kredit, dan lain-lain. Sementara malware merupakan software atau kode yang diciptakan seseorang dengan tujuan jahat.

    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai produk investasi reksa dana semakin diminati. Hal itu tercermin dari jumlah investor yang mulai tumbuh cukup signifikan. Keadaan itu pun bakal mendorong transaksi perdagangan yang ada di pasar modal Indonesia. "Kita melihat Single Investor Identification (SID) setiap investor kan punya semacam KTP di reksa dana, jadi itu jumlahnya 530.615. Kalau dibandingkan dengan 2015, ada 247.982. Jadi peningkatannya kira-kira 114 persen," kata Direktur Pengelolaan Investasi OJK Sujanto, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 28 Juli 2017. Sejauh ini, tambah dia, investor banyak yang lebih ‎memilih berinvestasi di reksa dana saham. Berdasarkan data ‎total dana kelolan atau Assets Under Management (AUM) ‎tercatat mencapai Rp387 triliun di 25 Juli 2017. Jika dibandingkan dengan kurun waktu tujuh tahun terakhir, angka itu naik 152 persen dari posisi Rp153 triliun.

    • Ulasan :

      Bank Indonesia dan pemerintah diharapkan secara bersama-sama dapat menjaga inflasi tepat sasaran. Kooridnasi dan pengendalian rutin tersebut tidak hanya dilakukan saat bulan Ramadan saja, namun juga sepanjang tahun.

  • PERBANKAN
    • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) kembali mencatatkan kinerja positif pada paruh pertama tahun ini. Pada semester I/2017, Bank BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp177,4 triliun atau naik 18,81% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp149,31 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Sementara, pertumbuhan kredit BTN tersebut mencapai dua kali kenaikan penyaluran kredit rata-rata industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan nasional naik 8,77% yoy per Mei 2017. Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, saat ini ekonomi Indonesia mulai menunjukkan geliat positif didukung kebijakan pemerintah dan meningkatnya kepercayaan masyarakat dan investor baik lokal maupun global atas perekonomian di Tanah Air, khususnya sektor keuangan.

    • Bank Mandiri optimistis memperkuat pendapatan berbasis komisi (fee based income) dengan konsep lifestyle banking di tahun 2019. Perseroan terus memperkuat infrastruktur jaringan e-channel sehingga masyarakat kedepannya dapat menggunakan di semua lini kehidupan. SEVP Perbankan Digital dan Finansial Inklusif Bank Mandiri, Rahmat Triaji menjelaskan ada tren migrasi penggunaan e banking oleh nasabah. Hal ini sejalan dengan vsi perseroan mengandalkan omni channel di tahun 2018 lalu menjadi lifestyle banking di 2019. Tren industri perbankan berlomba-lomba meningkatkan layanan digital untuk menurunkan biaya operasional dan juga memperoleh penambahan dana murah agar lebih efisien dalam menyalurkan kredit. "Visi digital banking kami memenuhi lifestyle masyarakat atau digunakan sejak bangun tidur hingga kembali tidur. Strategi kami dengan terus memperluas jaringan di merchant serta memiliki fintech yang kuat dalam inovasi. Kami tidak ingin bank menjadi sejarah karena tidak beradaptasi," ujar Rahmat di Jakarta, Selasa (25/7/2017).

    • Ulasan :

      Dengan meningkatnya penyaluran kredit, BTN harus dapat menemukan dan menciptakan inovasi-inovasi baru. Seperti yang diketahui bahwa BTN masih memimpin pangsa pasar KPR di Indonesia. Program-program yang telah dijalankan BTN antara lain seperti Program Satu Juta Rumah.

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.