Pekan Kedua Oktober 2017

14 desember 2017

Kategori :


  • MAKRO
    • Dana Moneter Internasional (IMF), Jumat (6/10/2017) mendesak negara-negara G20 untuk menerapkan reformasi guna menyeimbangkan kembali perekonomian serta memastikan pertumbuhan keberlanjutan."Setelah pemulihan yang lamban, pertumbuhan menguat dan kesenjangan output diperkirakan berakhir di separuh dari G20 pada 2018," kata IMF dalam catatan pengawasan G20 yang dipersiapkan untuk pertemuan tahunan IMF/Bank Dunia minggu depan."Pertumbuhan lebih kuat, tapi tetap ada kantong-kantong kekhawatiran," IMF menambahkan. Banyak negara-negara maju terus melihat permintaan yang tidak mencukupi dan inflasi di bawah target; beberapa negara-negara berkembang menghadapi tantangan dari rendahnya harga komoditas.
    • CEO sebuah bank besar Eropa memberikan peringatan keras untuk industrinya tentang kebijakan akomodatif tahunan oleh bank sentral global dapat dengan cepat berubah menjadi beban sektor keuangan. Chief Executive ING Group, Ralph Hamers menegaskan suku bunga rendah telah mendukung ekonomi dunia, namun bank harus "sangat berhati-hati" pada saat ini karena "inilah saat terjadi hal-hal yang salah," katanya. "Anda harus berhati-hati dan sangat berhati-hati untuk tidak mengambil risiko terlalu banyak pada saat ini karena semuanya berjalan begitu sempurna," katanya Kamis (12/10/2017). Pada hari Rabu, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia dapat berjuang untuk tetap meraih laba di lingkungan ekonomi saat ini
    • Ulasan :
      Diperlukan aksi bersama untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan dapat diseimbangkan kembali. Aksi bersama juga akan menjadi kunci sukses mengatasi guncangan baru yang mempengaruhi ekonomi global dan melestarikan keuntungan dari integrasi perdagangan global.
  • MIKRO
    • Survei Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2017, mencatat kenaikan penjualan eceran 2,2% ketimbang Juli yang melorot 3,3% secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan penjualan eceran terjadi pada kelompok makanan yang naik 7,9% ketimbang Juli yang melambat 0,3% (yoy). Survei Penjualan Eceran dilakukan BI secara bulanan untuk melihat pergerakkan Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi konsumsi. Survei dilakukan terhadap 700 pengecer di 10 kota besar di Indonesia. Adapun pada kelompok makanan, perbaikan penjualan terjadi pada seluruh sub-sub kelompok makanan terutama untuk tembakau dan makanan jadi. "Sementara kelompok non-makanan tumbuh lebih baik dibanding Juli 2017, meskipun masih terbatas," tulis laporan BI, Jakarta, Senin (9/10/2017).
    • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, OJK juga telah merumuskan empat inisiatif strategis, yaitu mewujudkan OJK menjadi lembaga pengawas yang independen dan kredibel, yang didukung kapasitas internal yang handal. Serta mewujudkan Sektor Jasa Keuangan (SJK) yang tangguh, stabil, berdaya saing dan tumbuh berkelanjutan. "Ketiga, mewujudkan SJK yang berkontribusi terhadap pemerataan kesejahteraan, dan keempat mewujudkan perlindungan konsumen yang handal untuk mendukung terciptanya keuangan inklusif," kata Wimboh di Jakarta, Senin (9/10/2017).
    • Ulasan :
      Tingkat inklusi keuangan masyarakat masih rendah dan tidak merata membuat pemerataan kesejahteraan masyarakat menjadi sulit dan maraknya penawaran investasi illegal yang merugikan masyarakat. Maka dari itu, untuk menghadapi tantangan tersebut OJK sendiri telah menetapkan arah kebijakan yang sesuai
  • PERBANKAN
    • PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI optimistis mencapai target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tahun 2017. Perseroan mendapatkan jatah untuk menyalurkan KUR sebesar Rp71 Triliun untuk tahun ini saja. “Kami optimistis mampu menyalurkan KUR sesuai breakdown dari Pemerintah hingga akhir tahun,” ujar Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso di Jakarta, Rabu (11/10/2017). Dari Januari hingga awal Oktober 2017, Bank BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp53,8 Triliun kepada 2,9 juta debitur baru atau setara 75,8% dari target. Dari nilai Rp53,8 Triliun tersebut, senilai Rp48,09 Triliun merupakan KUR Mikro sedangkan sisanya yakni Rp5,74 Triliun disalurkan melalui skema KUR Ritel.
    • PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) Mitra Bisnis akan memanfaatkan platform digital guna mendukung proses bisnis yang berorientasi pada kebutuhan serta kenyamanan nasabah. Dengan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah, BTPN Mitra Bisnis dapat menjadi mitra pelaku UKM untuk pengembangan usaha dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Head of SME Business BTPN Sonny Christian Joseph mengatakan, BTPN Mitra Bisnis hadir dengan berbagai produk dan layanan perbankan guna menunjang kebutuhan usaha modal kerja dan investasi usaha nasabah. Selain produk dan layanan terkait pembiayaan, BTPN Mitra Bisnis juga hadir dengan dukungan solusi non-keuangan untuk membantu nasabah mengembangkan kapasitasnya dalam menjalankan usaha yang termasuk dalam Daya.
    • Ulasan
      Belanja pemerintah di bidang infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah, juga mendorong geliat ekonomi daerah. Infrastruktur dan konektivitas yang terus dibenahi serta kemudahan berinvestasi menjadi daya dukung yang membuka banyak peluang

Disclaimer : Dokumen ini hanya bertujuan sebagai informasi dan diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, namun bukan merupakan jaminan keakuratan atau kelengkapan dan tidak boleh diandalkan sepenuhnya. Kondisi diatas dapat berubah setiap saat. Dilarang untuk menulis ulang apapun tanpa ijin tertulis dari Bank Jatim.